SMPN 1 Jogonalan Luncurkan Program Swaliba

swaliba-smpn-1-jogonalan2
SEKOLAH SWALIBA : SMPN 1 Jogonalan dideklarasikan sebagai Sekolah Swaliba, Anti Bullying, dan Anti Narkoba bersamaan peringatan HUT sekolah, Rabu (19/2).(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-55, SMPN 1 Jogonalan diluncurkan program Sekolah Berwawasan Lingkungan dan Mitigasi Bencana (Swaliba), Sekolah Anti Bullying dan Anti Narkoba, Rabu (19/2). Swaliba dimulai dari bangunan fisik sekolah harus aman bagi siswa dari ancaman roboh.

Acara dihadiri Ketua Klinik Lingkungan dan Mitigasi Bencana (KLMB) Universitas Gadjah Masa (UGM) Yogyakarta, Prof Suratman, Ketua Formas Annar Klaten Djoko Sutrisno, Camat Jogonalan Sutopo, Purwani dari Dinsos P2AKB Klaten, pegiat Sekolah Sungai Klaten, Srikandi Sungai Klaten, perwakilan instansi terkait dan tamu undangan.

Baca : 931 E-KTP Warga Klaten Tengah Diserahkan

‘’Swaliba dimulai dari fisik bangunan sekolah, murid harus dilindungi dari bangunan roboh. Saya prihatin dengan banyak sekolah roboh dan siswa menjadi korban. Pemerintah harus mengecek stuktur bangunan apakah layak dan aman, jadi guru dan murid selamat dari ancaman sekolah roboh,’’ tegas Prof Siratman.

Dia menambahkan, program Swaliba sebenarnya sudah dirintis 10 tahun lalu. Sekolah Swaliba pertama lahir di Klaten yakni SMAN 2 Klaten yang sudah berjalan bagus, baik kurikulumnya, program hingga anggaran betul-betul sesuai dengan konsep nasional.

‘’Program berjalan lambat karena respon Kementerian tak begitu menguat. Sekarang menguat karena Presiden Jokowi minta kurikulum bencana masuk sekolah. Klaten sudah bagus, ada Sekolah Sungai, Srikandi Sungai, Klaten jadi miniatur kerja sama pentahelix yang bisa menggugah di tingkat nasional,’’ tegas Prof Ratman.

Baca : Sambang Warga Jonggrangan Usung Pelayanan Masyarakat

KLMB bertugas meminimalisir korban bila terjadi bencana. Ke depan diharapkan seluruh sekolah akan menerapkan program Swaliba. Mulai dari Klaten melakukan gebrakan mendukung Mendikbud Nadiem Makarim yang sedang berinovasi. Pengetahun dan mental hadapi bencana bisa dibentuk lewat ekstrakulikuler dan kader swaliba.

‘’Nanti bisa digital. Bisa sekolah online dengan KLMB, kami sudah siap dengan perangkat dan aplikasi, serta simulasinya. Kalau sudah swaliba harus simulasi, agar siap siaga, yang tangguh tidak hanya masyarakat tapi juga sekolah. Murid bisa mengajari keluarga dan masyarakat agar tangguh, zero korban,’’ ujar dia.

Sebelumnya, SMPN 1 Jogonalan sudah menjadi Sekolah Adiwiyata (peduli lingkungan) sehingga tinggal menambahkan materi mitigasi bencana. Hal itu dipandang penting mengingat Klaten adalah daerah rawan bencana.

Baca : Pemuda Pancasila Netral, Tapi Tetap Dukung Pilkada Sragen 2020 Damai

swaliba-smpn-1-jogonalan

‘’SMPN 1 Jogonalan ditunjuk UGM melalui Prof Suratman untuk melaksanakan program Swaliba. Sebelumnya sudah ada SMA 2 Klaten, kami ditunjuk untuk SMP. Tujuannya agar sekolah bisa bersinergi antara lingkungan dengan mitigasi bencana,’’ kata Kepala SMPN 1 Jogonalan, Endah Sulistyowati.

Launching program Swaliba, Anti Narkoba dan Anti Bullying merupakan puncak HUT. Semua program dilakukan lewat kader-kader sekolah, agar sekolah lebih tangguh dari bencana dan ancaman lain terkait karakter. Diharapkan anak tak hanya jadi kader di sekolah, tapi juga di masyarakat.

Baca : Bukit Sidoguro Bayat Longsor, 6 KK Mengungsi

‘’Kami mulai membuat akses dari semua kelas diseting agar anak-anak leluasa untuk lewat, dengan model letter U, termasuk kantor guru. Kemudian pemasangan rambu-rambu dan memasukkan indikator pembelajaran mitigasi bencana ke mata pelajaran yang sesuai, yang wajib adalah IPS. Jadi kalau ada bencana tidak panik,’’ tegas Endah.

Sementara itu, dalam rangkaian peringatan HUT, diadakan penanaman pohon buah dalam program bergizi, lomba tumpeng isi piringku, pentas seni, lomba antar kelas melibatkan 100 guru dan karyawan dan 800 lebih siswa.(Merawati Sunantri)

Baca : Seperti Inilah Budi Daya Akar Wangi Berkekuatan 1/6 Kawat Baja di Wonogiri

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan