Dibangun Jalan Layang, Penjagaan Perlintasan KA Purwosari Diperketat

flyover-purwosari
FOTO/DOK

SOLO,suaramerdekasolo.com – Perseroan Terbatas Kerta Api Indonesia (PT KAI) Daerah Operasi (Daop) 6 Yogyakarta masih menerapkan penjagaan pintu perlintasan Purwosari Solo sampai sekarang. Walaupun, saat ini ada pekerjaan pembangunan jalan layang (flyover) dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).

Menurut Executive Vice President PT KAI Daerah Operasi 6 Yogyakarta, Eko Purwanto, penjagaan pintu perlintasan KA ini tetap bertujuan mengamankan perjalanan kerata Api. Mengingat di sekitar lokasi pintu perlintasan KA itu terdapat aktivitas pembangunan proyek.

Baca : Sosialisasi Rekayasa Lalu Lintas Pembangunan Flyover Purwosari, Ini Imbauan Pemkot Surakarta

“Jadi tetap dijaga ya, meski ada proyek fisik di sana,” tegas Eko saat dihubungi Suarab Merdeka, Kamis (20/2).

Eko menjelaskan, aktivitas proyek jalan layang ini menjadi perhatian petugas lapangan, khususnya penjaga pintu perlintasan. Karena dipastikan setiap pekerjaan fisik akan berlangsung bongkar muat material dan bahkan adanya pengerahan alat-alat berat dan mobilitas pekerja proyek.

“Nah, ini malah jadi fokus penjaga perlintasan KA, karena ada material dan alat-alat berat di sana. Terlbih proyek dikerjakan selama 24 jam sehingga keselamatan perjalanan KA dan aktivitas proyek tetap diutamakan,” imbuhnya.

Lebih lanjut Eko menuturkan, laju KA yang berjalan dari arah Yogyakarta dan sebaliknya dari arah Stasiun Balapan juga tetap mematuhi aturan yang ada.

Baca : Flyover Purwosari Bakalan Dilengkapi Akses Pejalan Kaki dan Drainase

Setiap masinis KA pasti mengetahui batas-batas kecepatan KA, meskipun di perlintasan KA Purwosari saat ini tidak dipakai lalu lalang kendaraan. Bahkan di bekas perlintasan KA Manahan (Jalan Moewardi-red) juga sudah tidak aktif lagi.

“Masinis pun tidak seenaknya memacu kecepatan KA. Ada aturannya dong, saat masuk Stasiun Balapan contohnya kecapatan bisa 70 km/jam, atau saat menuju Stasiun Purwosari – Stasiun Gawok kecepatan berapa ? Jadi tidak asal ngebut,” ujar Eko.

Kendati demikian, Eko menyampaikan dengan adanya pembangunan jalan layang di Purwosari ini ke depan akan menghilangkan simpang sebidang. Dengan begitu, perjalanan KA tidak tergantung lagi pintu perlintasan KA dan lalu lintas lebih lancar.

Seperti diketahui, pembangunan jalan layang Purwosari ditujukan untuk mengatasi kemacetan yang kerap terjadi di Jalan Slamet Riyadi, Solo. Kemen PUPR melalui PT Wijaya Karya (Persero) Tbk melaksanakan pekerjaan fisik yang bakalan menghabiskan anggaran Rp 104,672 miliar. Konstruksinya mulai dikerjakan 8 Januari 2020 dengan masa pelaksanaan 348 hari kalender hingga 20 Desember 2020.(Budi Santoso)

Baca : Sosialisasi Rekayasa Lalin Purwosari Diperkuat

Editor : Sri Hartanto

Tinggalkan Pesan