98 Orang Ingin Jadi Pengacara

0
uji-kompetensi
UJI KOMPETENSI- Para calon advokat mengikuti uji kompetensi yang digelar di Aula Fakultas Hukum (FH) UNS, Sabtu (22/2). (suaramerdekasolo.com/Sri Hartanto)

SOLO, suaramerdekasolo.com- Sebanyak 98 orang dari berbagai latar belakang ingin menjadi advokat atau pengacara. Hal itu terlihat saat 98 orang dari berbagai daerah mengikuti uji kompetensi untuk menjadi pengacara.

Ujian profesi advokat yang berlangsung di Aula Fakultas Hukum (FH) UNS digelar oleh Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Perhimpunan Advokat Indonesia (Peradi) Kota Surakarta.

Ketua DPC Peradi Kota Surakarta, Badrus Zaman SH MH mengemukakan, cukup banyak animo masyarakat yang mendaftar ujian untuk menjadi advokat. ”Awalnya kami khawatir banyaknya lawyer dari warga asing di era digital masuk ke Indonesia, namun hal itu tidak membuat animo masyarakat yang ingin menjadi advokat makin surut dari tahun ke tahun,” jelasnya disela-sela berlangsungnya ujian profesi advokat Indonesia di Aula Fakultas Hukum Universitas Sebelas Maret (UNS), Sabtu (22/2).

Ketua DPC Peradi Kota Surakarta itu menambahkan, peserta ujian profesi advokat di Solo sebanyak 98 orang. Sedang di Indonesia digelar secara serentak di 37 Kota di seluruh Indonesia dengan jumlah peserta sebanyak 4.844 orang. ”Jumlah calon advokat di Solo terus meningkat selain dari rekruitmen peserta ujian profesi advokat juga dari Pendidikan Khusus Profesi Advokat (PKPA). Dan jumlah advokat muda itu juga relevan dengan trend atau kecenderungan naiknya jumlah perkara yang membutuhkan pendampingan dari seorang advokat,” tegas pengacara yang berkantor di Tunggulsari, Laweyan, Solo itu.

Adapun Pengamat DewanPimpinan Nasional (DPN) Peradi Sukarmin SH mengatakan untuk menjadi seorang advokat berdasarkan pasal 3 ayat 1 huruf f Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2003 tentang Advocat harus terlebih dulu lulus ujian profesi advokat yang diselenggarakan oleh organisasi advokat. Dengan demikian Peradi selaku organisasi advokat berkewajiban menyelenggarakan ujian profesi advokat di berbagai Kota. Lulus ujian adalah salah satu syarat untuk dapat diangkat menjadi advocat oleh Peradi dan kemudian diambil sumpah oleh Pengadilan Tinggi setempat.

”Selanjutnya bagi peserta yang dinyatakan lulus ujian diwajibkan mengurus segala persyaratan yang ditentukan Undang-Undang Advocat untuk ditindak lanjuti oleh Peradi,” kata Pengamat DPN Peradi Pusat tersebut yang hadir di Solo untuk memantau uji kompetensi yang digelar di Aula FH UNS, Sabtu kemarin. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan