Diduga Tak Kuasai Keseimbangan, Pemancing Terpeleset “Kalap” di Embung Melikan

embung-melikan-boyolali
EVAKUASI: Tim SAR dibantu aparat kepolisian dan relawan melakukan evakuasi korban. (suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com– Nasib nahas dialami Muhammad Khoirul Anas (23), warga Dukuh Melikan, Rt 03, Rw 04, Desa Jelok, Kecamatan Cepogo. Dia tewas tenggelam di embung dukuh setempat, Minggu (23/2) dinihari.

Menurut Kabid Kedaruratan dan Logistik, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali, Kurniawan Fajar Prasetyo, dirinya menerima informasi kejadian kecelakaan air itu pukul 02.00 WIB.

Yoyok, demikian dia biasa dipanggil menjelaskan, kejadian itu bermula saat korban bersama temannya, Marjono (28), dan Harun (33) asyik memancing di embung. Tiba- tiba korban terpeleset ke dalam embung berkedalaman tujuh meter itu.

Teman korban langsung berusaha melakukan pertolong. Dia mengambil sebilah bambu dan diarahkan ke lokasi terpelesetnya korban. Maksudnya agar korban bisa meraih ujung batang bambu dan terangkat .

Namun, upaya itu tak berhasil. Korban terlanjur tenggelam ke dasar embung. Saksi lalu memberitahu warga yang diteruskan ke Tim SAR Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Boyolali. Mendapat informasi tersebut, pihaknya bersama Tim SAR pun langsung mendatangi lokasi kejadian.

“Tim langsung melakukan penyelaman guna mencari keberadaan korban. Dini hari, kami langsung melakukan penyelaman ke dalam embung,” ujarnya.

Sayangnya, upaya tersebut belum membuahkan hasil. Kemudian, pencarian kembali dilakukan pagi harinya saat kondisi sudah terang. Hingga korban berhasil diangkat bersama aparat polisi dalam kondisi korban.

Selanjutnya, jenazah korban dilakukan pemeriksaan oleh tim medis dan aparat kepolisian. Hasil pemeriksaan, tidak ditemukan adanya tanda- tanda penganiayaan. Jenzah korban kemudian diserahkan kepada pihak keluarga untuk dimakamkan.

Terkait kejadian tersebut, pihaknya berharap bisa menjadi perhatian bagi masyarakat. Pasalnya, kawasan di dalam pagar embung tak boleh digunakan untuk kegiatan apapun kecuali oleh petugas.

“Mudah-mudahan ini menjadi pelajaran berharga bagi semuanya. Bermain atau memancing di embung sangat berbahaya,” tegasnya. (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan