1.738 Mahasiswa UNS Ditarik dari Lokasi KKN

kkn-mahasiswa-uns
STAN: Mahasiswa KKN UNS di Kabupaten Grobogan memamerkanproduk ungguln masyarakat setempat yang mereka bina.(suaramerdekasolo.com/Evie Kusnindya)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta menarik 1.738 mahasiswanya yang mengikuti Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Periode Januari – Februari 2020 yang tersebar di 173 Desa, 55 Kecamatan, 32 Kabupaten, 8 Provinsi, dan satu lokasi di luar negeri.

 Pada periode ini, penarikan simbolis mahasiswa KKN UNS dilaksanakan di Kabupaten Grobogan. Kabupaten tersebut dipilih dengan pertimbangan bahwa sejak awal berjalannya KKN UNS, tempat itu belum pernah menjadi lokasi penarikan.

 Sekretaris Lembaga Penelitian da. pengabdian Masyarakat (LPPM) UNS Prof Samsul Hadi mengemukakan, peserta KKN di Kabupaten Grobogan berjumlah 100 mahasiswa dan 5 Dosen Pembimbing Lapangan.

Mereka ditugaskan tersebar ke dalam 10 desa di Kecamatan Karangrayung. Tema yang diangkat adalah Peningkatan Kesehatan Masyarakat dan Lingkungan.

 “Pelaksanaan KKN secara keseluruhan sudah baik namun ada beberapa fokus yang perlu diarahkan,” kata Prof Samsul Hadi.

 Dikemukakan, ke depan pihaknya akan memfokuskan tematik elaksanaan KKN  ke persoalan ekonomi, kesehatan dan pendidikan. Dari ketiga hal itu, utamanya persoalan pemberdayaan ekonomi kerakyatan masyarakat.

Mahasiswa yang melaksanakan KKN di desa desa juga diharap melaksanakan program secara berkesinambungan dan tak terputus di satu periode.

“Masuk ke desa bukan hanya sekali tapi jangka panjang keberlanjutan,” katanya.

Dengan adanya dana desa, lanjutnya, pemberdayaan masyarakat pedesaan perlu didampingi untuk pelaksanaannya. Pihaknya juga akan mensinergikan kebutuhan masyarakat lokasi KKN dengan tim mahasiswa yang diterjunkan agar sesuai.

Untuk KKN periode ini, Rektor  Prof Jamal Wiwoho telah melakukan monitoring dan evaluasi KKN di Kabupaten Lombok Utara untuk meninjau kembali pembangunan masjid yang dibangun UNS pascabencana. Adapun Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan dan Alumni Prof Kuncoro melakukan Monev KKN Tematik Integratif Berbasis Kemitraan di Wakatobi, sekaligus inisiasi kerjasama dengan Pemda Bau Bau.

Sedangkan Wakil Rektor Bidang Perencanaan dan Kerjasama Prof Sajidan melakukan Monev KKN Tematik Integratif Berbasis Kemitraan di Kabupaten Semarang. Rektor Prof Dr Jamal Wiwoho ingin mengembangkan lokasi Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa Universitas Sebelas Maret (UNS) Solo ke daerah 3 T (tertinggal, terdepan dan terluar) di Indonesia.

“Jadi kami tidak ingin mahasiswa berKKN di sekitar Solo. Kami ingin mengembangkan ke daerah 3T,” kata Prof Jamal.  (Evie Kusnindya)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan