Biro Umrah Konsolidasi, Terkait Larangan Masuk Tanah Suci

biro-umrah-dewangga
KONSIDASI ; Sejumlah jamaah tengah berfoto bersama di Bandara Adi Soemarmo Solo sebelum berangkat ke tanah suci untuk melaksanakan ibadah umrah, baru-baru ini.(suaramerdekasolo.com/Vladimir Langgeng)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Sejumlah pamangku kepentingan (stakeholder), seperti biro perjalanan umrah, maskapai penerbangan, dan otoritas bandara di Solo melakukan konsolidasi, menyusul kebijakan pemerintah Arab Saudi yang menangguhkan perjalanan umrah di Makkah dan ziarah ke Masjid Nabawi di Madinah akibat penyebaran virus corona yang sudah menjalar ke Timur Tengah.

Menurut Ketua Persaudaraan Pengusaha Umrah dan Haji (Perpuhi) Her Suprabu, konsolidasi itu penting untuk menghitung dan mengantisipasi kerugian yang ditimbulkan akibat kebijakan larangan umrah itu. Apalagi potensi penerbangan jamaah dari Bandara Solo sangat besar.

Baca : Arab Saudi Batasi Perjalanan Ibadah, Lion Belum Ada Pembatalan

Di 2019, jamaah umrah yang terbang dari Solo lebih dari 94.000 dalam sembilan bulan, atau rata-rata 10.000 per bulan.

“Ambil contoh, dalam satu group yang terdiri 45 jamaah umrah, biaya pemberangkatan mencapai Rp 2 miliar hingga Rp 2,5 miliar. Kalau sebulan batal, berapa kerugian yang diakibatkan,” kata Her kepada sejumlah wartawan, sebelum rapat konsolidasi, Kamis (27/2).

Lebih lanjut Her mengatakan, mulai hari ini para jamaah sudah tidak bisa membuat visa umrah karena layanan online dari Pemerintah Arab Saudi sudah dinonaktifkan.

Karena itu, pihaknya meminta pada pemerintah baik Kementerian Agama maupun Kementerian Luar Negeri untuk mencarikan solusi agar jangan sampai biro umrah tidak terlalu merugi.

Lebih dari itu, bagi para jamaah yang sudah menggenggam visa umrah diharapkan tetap bisa terbang ke tanah suci. Namun kalau tetap ada penangguhan, pihaknya berharap dari maskapai bisa dilakukan reschedulling penerbangan dan bisa negosiasi ulang dengan pihak hotel. Sebab kalau tidak bisa, biro umrah jelas akan merugi.

Baca : Upayakan Skema Evakuasi Terbaik bagi WNI di World Dream dan Diamond Princess

“Bulan Maret nanti, kita ada lima kali pemberangkatan ke tanah suci, antara lain tanggal 5, 6, dan 14. Untuk tanggal 5 menurut informasi masih bisa terbang, tapi tanggal lainnya, saya tidak tahu,” kata Her yang juga pimpinan biro perjalanan umrah “Dewangga”.

Airport Operation and Safety Senior Manager PT Angkasa Pura I Bandara Adi Soemarmo Solo, Goentor mengatakan, beredarnya berita dari Pemerintah Arab Saudi yang menunda visa kunjungan umrah belum berdampak di Bandara Adi Soemarmo.

Bandara Solo yang mempunyai jadwal penerbangan langsung ke Madinah Arab Saudi itu sampai hari ini masih berjalan normal. Pihaknya masih menunggu instruksi resmi dari Kementerian Perhubungan, terkait penghentian penerbangan ke Arab Saudi.

“Informasi yang kami terima dari Lion barusan, untuk tanggal 29 Februari akan ada penerbangan ke Arab Saudi pukul 08.15 WIB. Pesawat itu untuk menjemput para jamaah umrah yang sudah berangkat tanggal 22 Februari lalu,” kata Humas Bandara Adi Soemarmo, Danar Dewi. (Vladimir Langgeng)

Baca : Tersiar di Medsos, Warga Solo Korban Tenggelam di Pantai Penyu Cilacap

Editor : Sri Hartanto

Tinggalkan Pesan