Pola KKN Mahasiswa UNS di Karanganyar Jadi Contoh

kkn-uns-karanganyar
MAHASISWA KKN – Produk unggulan yang dihasilkan bersama antara mahasiswa dan masyarakat, dipamerkan pada Bupati Juliyatmono dan staf. (suaramerdekasolo.com/Joko DH)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Pola pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) mahasiswa UNS di Karanganyar menjadi percontohan pola KKN yang diterapkan oleh daerah lain. KKN di Lereng Lawu selalu menjadi idola mahasiswa untuk ber-KKN selama satu setengah bulan di masyarakat.

Hal itu dikemukakan Hendro Martono koordinator pembimbing KKN UNS saat menerima penyerahan kembali mahasiswa UNS yang selesai menjalankan KKN di Karanganyar, untuk kemudian kembali ke kampus melanjutkan studi.

Acara yang digelar di pendapa rumah dinas Bupati itu dihadiri langsung oleh Bupati Juliyatmono dan pejabat terkait serta camat yang daerahnya ditempati mahasiswa KKN. Sebanyak 106 mahasiswa mengikuti KKN tersebut, dan merupakan jumlah terbanyak mahasiswa yang KKM di satu daerah.

Hendro mengatakan, selama ini ada kebanggaan mahasiswa karena setiap KKN selalu langsung diterima dan dilepas langsung oleh Bupati. Di daerah lain sangat jarang Bupati menerima secara pribadii mahasiswa.

Setelah KKN, meski sekali Bupati berkenan hadir menyaksikan kiprah mahasiswa di desa. Dan di akhir saat dilepas kembali ke kampus, mahasiswa diberi kesempatan presentasi dan melaporkan apa yang dilihat dan kekurangan selama di desa.

‘’Dan itu membanggakan, karena mahasiswa bisa berbicara langsung di depan Bupati, serta masukannya menjadi bahan yang akan dikoreksi oleh pemda setempat. Mahasiswa merasa yang dilakukan tidak sia-sia. Jalan rusak, pelayanan aparat desa, kecamatan, menjadi sorotan, di samping produk unggulan desa yang harusnya bisa digerakkan pemda.’’

Pola KKN seperti ini sekarang menjadi contoh dan selalu dipamerkan tim UNS kepada daerah lain, agar penerimaan dan perlakuan kepada mahasiswa seperti di Karanganyar. Sampai sekarang belum ada daerah lain yang bisa meniru, meski sudah ada yang mulai berubah.(Joko DH)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan