Disidak Pimwan, Dua SD Terdampak Tanggul Sungai yang Jebol

0
sidak-pmwan-solo
SIDAK PIMWAN : Pimpinan DPRD (Pimwan) Kota Surakarta bersama Dinas Pendidikan setempat saat melakukan sidak di sekolah dasar yang bangunan rusak akibat musim penghujan. (suaramerdekasolo.com/Budi Santoso)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Pimpinan DPRD Kota Surakarta menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke dua sekolah di wilayah Jebres yang berpotensi mengalami kerusakan karena fasilitas penahan air sungai yang ambruk, Senin (2/3).

Empat Pimpinan dewan (Pimwan) yakni Budi Prasetyo (ketua) dan empat wakil ketua masing-masing Sugeng Riyanto, Achmad Sapari dan Taufiqurrahman mengunjungi dua SDN Mipitan dan Sabrang Lor rawan ambruk akibat tergerus derasnya anak sungai Bengawan Solo itu.

“Kami mendapatkan laporan dari masyarakat ada tanggul jebol di daerah Mojosongo. Jebolnya tanggul tersebut akibat curah hujan tinggi yang terjadi beberapa hari di Solo dan sekitarnya,” ujar ketua DPRD Surakarta Budi Prasetyo di sela-sela kegiatan sidak.

Budi membenarkan akibat tanggul yang jebol mengakibatkan dua sekolahan bakalan terdampak. Hal itu tidak bisa dibiarkan begitu saja dan butuh solusi segera. Oleh karenanya, pimwan sepakat bila dua sekolah itu dimasukan dalam skala prioritas diperbaiki atau dicarikan solusi agar tidak menerima dampak dari tanggl yang ambruk.
“Kami masukkan skala prioritas agar kedua SDN ini bisa diperbaiki segera. SDN ini layak diajukan ke APBD untuk diperbaiki,” kata dia.

DPRD kata dia, memberikan dukungan agar pembangunan 2020 bisa diselesaikan sehingga kegiatan belajar mengajar di sekolah tersebut berjalan lancar.
Alternatif lain menurut wakil rakyat dari PDI Perjuangan ini adalah rencana dua sekolah tersebut dijadikan satu (regrouping). Dengan begitu, proses pelaksanaan belajar mengajar siswa akan lancar dan nyaman tidak seperti sekarang ini.

“Regrouping dua SD akan menempati dua areal SD di Mojosongo dengan luas sekitar 5.000 meter persegi bangunan satu lantai,” kata dia.
Wakil Ketua DPRD Surakarta Sugeng Riyanto memahami bila dua SD di Jebres itu membutuhkan perhatian yang serius. Adanya rencana regrouping yang dilakukan dinas pendidikan setempat memang perlu dilakukan.

“Ya memang benar Pemkot mengajukan anggaran khusus buat rencana pembangunan sekolahan ini, dan sudah dibicarakan. Oleh karena itu kami melakukan kunjungan untuk memastikan kondisi faktual di sana,” imbuh wakil rakyat dari PKS ini.

Sebelumnya, Komisi IV DPRD Kota Surakarta juga sudah melakukan sidak ke SD Negeri Sabrang Lor, Mojosongo, awal Januari lalu. Sekolahan ini terdampak banjir akibat Sungai Kalianyar meluap, Selasa (31/12) lalu. Dari banjir tersebut merusak tanaman kompos di SD N Sabrang Lor dan Karawitan juga ikut hanyut. (Budi Santoso)

Editor : Sri Hartanto

Tinggalkan Pesan