Gerakan Puasa sebagai Gerakan Sosial Efek

0
gemari-jateng
DISKUSI : Pengurus Gemari Jateng dan pengurus FKPBN bertemu untuk berdiskusi puasa sebagai gerakan sosial untuk kesejahteraan sesama yang di Kota Solo beberapa waktu lalu. (suaramerdekasolo.com/Budi Santoso)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Gerakan Muslim Indonesia Raya (Gemira) Jateng yang menawarkan solusi kongkrit melalui manajemen puasa sebagai gerakan sosial untuk kesejahteraan didukung oleh sejumlah tokoh agama di Kota Solo. Dukungan tersebut disampaikan saat digelar focus group discussion yang diikuti pengurus Gemira Jateng dengan tokoh agama Solo dan perwakilan dari Forum Komunikasi Penyelamat Bangsa dan Negara (FKPBN) Surakarta.

Didalamnya termasuk Ustadz Darwis yang secara bulat mendukung gerakan tersebut karena memiliki efek sosial yang bagus. Saat dihubungi Suara Merdeka, Ustadz Darwis mengungkapkan, puasa merupakan perintah agama. Puasa wajib dijalankan untuk umat msulim saat puasa Ramadhan dan disunahkan untuk puasa sunah. Namun demikian, dari perintah agama itu memiliki kandungan efek sosial yang bagus bagi yang menjalankannya.

“Saya sependapat karena sesuai dengan hikmah yang terkandung di dalam perintah puasa yakni adanya social effect,” terang tokoh agama Solo ini.

Baca : Puasa Sebagai Gerakan Sosial untuk Kesejahteraan

Social effect yang dimaksud menurut Ustadz Darwis adalah ketika seseorang berpuasa dan merasakan lapar karena tidak makan seharian. Lantas terbuka mata hatinya bisa merasakan penderitaan kaum tak punya yang kelaparan tiap hari. Tanpa tahu kapan bisa mengisi perutnya lagi.

Baca : Siswa dan Guru Disuluh Mencegah Penculikan Anak

“Sehingga dengan nilai sepiring makan siangnya diberikan kepada mereka, akan sangat membantu,” ucapnya.
Menurut Ustadz Darwis gerakan sosial puasa dan menyisihkan rezeki kepada sesama tentu saja akan sangat membantu. Ke depan bisa saja meningkatkan taraf hidup sesama yang masih berada di bawah kemiskinan.

Warga Solo, Tresno Subagyo menambahkan, apabila puasa yang ditunaikan oleh umat Islam benar-benar sesuai dengan disyariatkannya puasa, maka pasti akan terbangun masyarakat yang sejahtera.

Baca : Bina Kemitraan Dengan Wartawan Polres Karanganyar Bentuk JHC

“Tidak ada lagi jurang pemisah antara yang kaya dengan yang miskin. Ketika orang-orang lemah, dhuafa, para fuqara wal masakin terpenuhi hak hak mereka, bisa dipastikan tidak akan ada tindak kriminal dalam pemenuhan kebutuhan ekonominya,” katanya.

Sementara itu, salah satu penggagas gerakan ini Dwi Yasmanto mengungkapkan, gerakan sosial puasa yang telah dijalankan dengan baik ternyata sangat dimanfaatkan oleh sesama. Seperti di Kabupaten Kebumen, di sana gerakan ini sudah berjalan baik. Ada ratusan jamaah yang sudah menjalankanya dan Alhamdulillah banyak manfaatnya.

“Jika dalam kondisi tidak puasa dalam sehari kita makan tiga kali, maka ada satu jatah porsi makan yang tidak kita makan. Itulah porsi yang harus kita berikan kepada orang lain yang membutuhkan/berhak. Sehingga selain ber kewajiban untuk tidak makan saat berpuasa, kita juga diwajibkan untuk memberikan makan kepada yang membutuhkan selain zakat fitrah,” terangnya. (Budi Santoso)

Baca : Peduli Anak-anak Nelayan , Firda Athira Foundation Berikan Edukasi dan Bagi Buku

Editor : Sri Hartanto

Tinggalkan Pesan