Soal Sengketa Lahan Sriwedari, PN Diingatkan Agar Berhati-hati

0
sengketa-lahan-sriwedari
FOTO ILUSTRASI

SOLO,suaramerdekasolo.com – Rencana pengosongan lahan di Tanah Sriwedari oleh Pengadilan Negeri (PN) Kota Surakarta mendapatkan tanggapan dari kalangan dewan Kota Surakarta. Anggota DPRD Kota Surakarta dari PDI Perjuangan YF Sukasno mengingatkan agar berhati-hati dan tak tergesa-gesa dalam memutuskan perkara tersebut.

Saat ditemui di gedung dewan Karangasem, Rabu (4/3), Sukasno menegaskan, PN Surakarta harus melihat secara komprehensif terkait lahan di Sriwedari ini.

“Jadi menurut saya harus hati-hati. Apapun Sriwedari tak terpisahkan dari masyarakat Solo, bahkan Indonesia,” tegas Sukasno.

Baca : Tanah Sriwedari Segera Dieksekusi

Sukasno yang saat ini menjabat sebagai Ketua Komisi II DPRD Surakarta mengungkapkan, saat ini status lahan di Sriwedari adalah hak pakai Pemkot Surakarta. Karena statusnya hak pakai, sehingga lahan di sana secara otomatis sudah masuk dalam beraca aset Pemkot Surakarta. Dimana kata dia, Pemkot Surakarta ini merupakan representasi dari seluruh warga Solo.

Ia pun membeberkan, bahwa kalangan dewan sejak 2009 sampai sekarang juga masih sepakat dengan kondisi lahan Sriwedari termasuk mendukung kebijakan Pemkot.

“Pada periode 2009-2014 sudah ada keputusan dewan, pimpinan dan seluruh fraksi, sebagai reprsentasi Kota Solo akan tetap mendukung langkah-langkah Pemkot dalam hal tanah Sriwedari. Apalagi sekarang sudah masuk neraca aset Pemkot yang dibuktikan dengan kepemilikan hak pakai. Jadi menurut saya PN Surakarta harus hati-hati dan juga mendengarkan aspirasi masyarakat luas, karena ini demi kepentingan masyarakat,” beber mantan Ketua DPRD Kota Surakarta 2009-2014 ini.

Baca : Butuh Lahan Dan Gedung Memadai, MPP Solo Ideal Memakai Graha Wisata

Ketua Fraksi PDI Perjuangan di legislatif ini juga menyampaikan tentang desakan sejumlah kelompok masyarakat, komunitas dan paguyuban-paguyuban yang bereakasi keras atas rencana eksekusi lahan di Sriwedari. Kendati pihaknya sudah menjelaskan secara gamblang tentang status terkini lahan di tepi Jalan Slamet Riyadi itu.

“Banyak yang menghubungi saya yang mereka (paguyuban, kelompok masyarakat-red) apapun tetap akan mempertahankan sriwedari dan secara hukum, sebab Sriwedari hak pakainya Pemkot,” imbuhnya.

sengketa-lahan-sriwedari
FOTO DIRI : Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Surakarta, YF Sukasno. (suaramerdekasolo.com/Budi Santoso)

Baca : PWI-AJI Kecam Wartawan Abal-abal yang Bikin Resah Masyarakat

Lebih dari itu, Sukasno juga menyampaikan ke beberapa lapisan masyarakat ini tetap tenang tidak perlu risau. Semua sesuai dengan regulasi dan pada saat ini intinya, sriwedari masuk neraca aset Pemkot dan bagian tak terpisahkan dari kekayaan pemkot, dan menjadi milik masyarakat.

“PN berhati-hati (soal sengketa lahan Sriwedari-red) dan merespons masyarakat Kota Solo,” tegasnya.

Sebelumnya diberitakan, sengketa tanah Sriwedari kembali mencuat setelah muncul putusan kasasi Mahkamah Agung (MA), bahwa tanah Sriwedari milik ahli waris RMT Wirjodiningrat secepatnya akan dieksekusi.

Dasar dari informasi ini bersumber pada penetapan eksekusi yang dikeluarkan Pengadilan Negeri No:10/PEN.PDT/EKS/2015/PN.Skt. Jo No:31/Pdt.G/2011/PN.SKA Jo No:87/Pdt/2012/PT.Smg Jo No:3249-K/Pdt/2012 tertanggal 21 Februari 2020 yang berisi perintah untuk melakukan eksekusi pengosongan paksa kepada Pemkot Surakarta untuk menyerahkan tanah Sriwedari seluas 10 hektar kepada ahli waris RMT Wirjodiningrat.(Budi Santoso)

Baca : Warga Korsel Gantung Diri di Kamar Hotel

Editor : Sri Hartanto

Tinggalkan Pesan