Bahtiar “Batu”, Si Balung Tuwo yang Tak Ada Habisnya

bahtiar-batu-uns
Bahtiar Batu, Bahtiar balung tuwo ikuti UNS 10 K (istimewa)

SOSOK satu ini seolah tidak ada habisnya. Meski sudah jadi “batu” (balung tuwo), tajinya tetap runcing.

Lari jarak jauh 11 K yang digelar dalam rangka Dies Natalis UNS dilahapnya. Dalam sebuh foto yang diabadikan jurnalis Solo. Bahtiar nampak mengangkat kedua tangan ke atas, menandakan ia sudah menyelesaikan lari sejauh belasan kilometer itu, walau tak bisa ditipu terlihat lunglai dan pucat

“Pelari legendaris UNS 11K, ” kata Eko Prasetyo, salah satu jurnalis senior yang meliput acara UNS 11K, Minggu (8/3) pagi WIB.

Bahkan diberbagai event sepak bola lapangan dan futsal. Bahtiar turut bergabung dan memperkuat wartawan Solo. Padahal usia antara dirinya dengan awak media lain bisa terpaut puluhan tahun

Lalu siapakah Bahtiar ini, hingga namanya cukup populer di mata jurnalis, bahkan petinggi Universitas Sebelas Maret (UNS) ?

Kepada suaramerdekasolo.com, Bahtiar mengaku sangat familiar dengan kehidupan jurnalis.

Maklum sebelum memasuki masa pensiun, pria kelahiran Sulawesi ini menjadi salah satu motor penting di lembaga hubungan masyarakat kampus UNS.

Maka tak mengherankan bila dia ikut andil dalam rangka ultah di mantan tempatnya bekerja dengan mengikuti UNS 11K karena jadi almamater, dan tentunya fotonya saat finish jadi perbincangan para wartawan.

“Ini dia atlet marathon,” kata salah satu jurnalis.

Bagi Bahtiar awak wartawan ada saudara dan dianggapnya sebagai keluarga sendiri. Usai tidak menjabat sebagai humas UNS, dia tetap bergabung dengan awak media, meski sebatas berkumpul, berdiskusi dan bersendau gurau.

“Keluarga saya di Solo selain orang rumah ya wartawan,” katanya renyah.

Staf dan Pesuruh

Bahtiar yang pandai membanyol ini juga dikenal luas kalangan di civitas akademisa UNS, mulai dari rektor, dekan, dosen, mahasiswa, para guru besar hingga satpam.

“Pemilik kantin juga akrab, mereka sahabat saya,” katanya berceloteh.

Padahal jauh sebelum membidangi kehumasan atau berdekatan dengan kuli tinta. Warga Palur Karanganyar itu dulunya adalah staf atau pesuruh biasa dimana waktu itu lembaganya bernama LPPM UNS yang terletak di Kampus Mesen Ledoksari Solo.

Berhubung pada waktu itu, UNS butuh staf yang bisa menjembatani antara pihak kampus dan pers, karena staf sebelumnya yakni Londo Ireng memasuki masa pensiun, akhirnya Bahtiar ini yang menjadi kandidat kuatnya.

Gayung bersambut, akhirnya Bahtiar ini bergabung dengan kehumasan UNS dan amkin mesea dengan wartawan.

Bahtiar mengungkapkan, masa-masa senjanya ingin dihabiskan untuk berjuang bersama awak media. Ia pun tetap senang hati di “di kongkon pers” (disuruh awak pers) atau istilah kerennya DKP oleh awak media.

Momentum dirinya mengikuti UNS 11K dan didokumentasikan awak mediaamat mmebanggakanya, apalagi sampai ditulis wartawan. “Ya serasa jadi juara marathon sungguhan,” katanya.

Bahtiar berharap kemesraan pers dengan lembaga kampus seperti UNS ini terus terjalin mesra. Ia pun juga senang tetap membina hubungan baik tersebut. (Budi Sarmun)

Editor : Sri Hartanto

 

Tinggalkan Pesan