Perampokan Sopir Taksi Online Boyolali, Pelaku Tertangkap Gara-gara Hal Sepele

0
perampokan-taksi-online-boyolali
DIPAPAH: Tersangka Paryanto dipapah petugas untuk penyidikan lebih lanjut di Mapolres Boyolali.(suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Aksi perampokan menimpa Muryanto (28) warga Dukuh Tegaltemon, Rt 08, Rw 04, Desa Jemowo, Kecamatan Tamansari, Minggu (8/3) malam. Kini, korban menjalani perawatan di RSU Pandan Arang Boyolali karena mengalami luka cukup parah.

Namun demikian, pelakunya, Paryanto (33) Dukuh Sidan Rt 02, Rw 08, Desa Klumprit, Kecamatan Mojolaban, Kabupaten Sukoharjo berhasil diamankan warga di lokasi kejadian. Pelakupun kini ditahan untuk pengusutan lebih lanjut.

Kapolres Boyolali, AKBP Rachmad Nur Hidayat melalui Kasat Reskrim, AKP Mulyanto membenarkan kejadian tersebut. Dijelaskan, aksi perampokan berawal ketika tersangka memesan taksi online Gocar di depan RSU Pandan Arang Boyolali, Minggu (8/3) pukul 21.30 WIB.

Baca : Pura-Pura Beli Motor Lewat facebook, Saat Dicoba Langsung Kabur

Pesanan melalui sebuah aplikasi itupun kemudian diterima oleh korban. Dia pun lalu menjemput tersangka dengan kendaraan Suzuki Ertiga Warna putih bernomor polisi AD-9175-MM. Tujuan awal pelaku ke sebuah tempat makan Omah Dewe di Desa Salakan, Kecamatan Teras.

Namun, belum sampai ke lokasi yang dituju, di perjalanan, pelaku merubah tujuan perjalanan. Pelaku minta diantar ke depan Balai Desa Salakan, Kecamatan Teras. Tanpa curiga, korban mengantarkan pelaku.

“Namun, sesampainya di depan balai desa, pelaku langsung mencekik leher korban dengan kabel data ponsel,” ujar Kasat Reskrim AKP Mulyanto, Senin (9/3).

Saat itu, pelaku meminta barang-barang berharga milik korban. Namun korban berontak dan melakukan perlawanan. Pelakupun kemudian menusuk perut korban dengan menggunakan sebilah obeng. Beruntung korban bisa melarikan diri keluar dari mobil.

Baca : Kakek 70 Tahun Diduga Gantung Diri di Pinggir Jembatan Dawung Serengan

Naik Sepeda

Tak lupa kunci mobil Suzuki Ertiga juga berhasil dicabut dan dibawanya. Dengan sisa-sisa tenaganya serta memegangi perut yang bersimpah darah korban berusaha teriak minta bantuan. Warga sekitar pun langsung berkerumun untuk memberikan pertolongan.

“Warga langsung membawa korban kerumah sakit guna mendapatkan pertolongan. Sedangkan pelaku juga melarikan diri.”

Anehnya, tak lama kemudian, pelaku kembali datang ke lokasi kejadian dengan mengendarai sepeda angin yang diambil dari salah satu rumah warga. Warga yang berkerumun dilokasi kejadian merasa curiga dengan pelaku yang sangat asing.

“Warga kemudian menginterogasi pelaku, tapi dia belum mengaku. Dia beralibi sebagai teman korban.”

Baca : Tersangka RW Kembalikan Rp 2,016 Miliar Berharap Dihukum Ringan

Warga kemudian membawa pelaku ke Mapolsek Teras. Setelah diinterogasi, pelaku akhirnya mengakui perbuatannya. Pelaku sempat berupaya melawan petugas dan terpaksa ditembak kakinya. Kini pelaku ditahan untuk penyidikan lebih lanjut. 

“Pelaku dijerat dengan pasal 53 ayat 1 junto pasal 365 ayat 1 dan atau 351 ayat 1 KUHP tentang percobaan pencurian dengan kekerasan dan atau penganiayaan. Pelaku terancam hukuman paling lama 15 tahun penjara.”

Dalam pengakuannya, tersangka Paryanto mengakui seluruh perbuatannya itu. Diapun merasa kasihan dengan kondisi korban. “ Saya ndak tahu, saat itu ingin sekali kembali ke lokasi kejadian. Padahal sebenarnya posisi saya sudah agak jauh.”  (Joko Murdowo)

Baca : Oknum Pamong Desa Mojorejo Diduga Lakukan Pungli

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan