Sama-Sama Melayani Masyarakat

Pata-Hindra-Aryanto
FOTO DIRI : Pata Hindra Aryanto (suaramerdekasolo.com/dok)

KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com – Kuliner dan politik, bagi Pata Hindra Aryanto, adalah dunia yang sama-sama menarik. Sebab, goal dari keduanya tidak jauh beda, yakni sama-sama melayani untuk kepuasan masyarakat.

Karena itulah, sejak Juni 2019, dia merintis usaha kuliner Mie Njerit, setelah lepas dari jabatannya sebagai komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kota Surakarta. Selama dua periode, 2008-2013 dan 2013-2018, Pata menjadi salah satu komisioner di lembaga penyelenggaraan pemilu Kota Bengawan.

Menurut Pata, usaha kuliner yang digelutinya tak lepas dari hobinya, yakni wisata kuliner.

“Beberapa saat setelah lepas dari KPU, saya masih menggeluti dunia politik sebagai konsultan. Namun melihat peluang di usaha kuliner, terbuka pemikiran untuk membuka usaha. Saya bermanuver, dengan membuka Mie Njerit yang bersistem waralaba ini. Jadi dapatnya dobel. Hobi kuliner terpenuhi, duitnya juga dapat,” tuturnya.

Diakui, dunia kuliner dan dunia politik punya banyak perbedaan. Namun persamaannya pun banyak. Salah satunya, sama-sama memanajemen berbagai lini untuk memuaskan masyarakat.

“Kalau saya menganalogikannya sama-sama meningkatkan partisipasi. Kalau di politik, khususnya di KPU, meningkatkan partisipasi pemilih. Kalau di kuliner, sama-sama meningkatkan partisipasi pembeli hehehe. Intinya, sama-sama melayani masyarakat sebagai konsumen,” ujar pria.

Pata mengaku, menekuni dunia yang baru membuatnya banyak belajar. Selain belajar manajemen usaha, juga strategi pemasaran agar usahanya tetap eksis.

Saat ini, Pata membuka dua outlet kuliner di Karanganyar dan Sukoharjo. Bahkan outlet yang di Karanganyar dilebarkan usahanya, dengan membuka lini usaha warung kopi  yang diberi label Kopi Mbah Demang.

“Intinya jeli melihat peluang. Seperti warung kopi, itu juga karena peluangnya ada. Anak muda banyak yang suka ngopi. Selain itu, tampilan outlet dibuat kekinian, karena konsumen suka tempat nongkrong yang Instagramable. Harga yang ditawarkan juga terjangkau, Sekarang kan zamannya sosmed. Dimanfaatkan itu. Tempat usaha dibikin Instagramable, karena anak muda suka itu. Plus harga yang terjangkau.”

Namun demikian, dunia politik tak serta merta ditinggalkannya. Pria yang tinggal di kawasan Triyagan, Kecamatan Mojolaban, Sukoharjo ini masih berkecimpung sebagai konsultan politik lewat bendera Indo Trust Media.

“Saya tetap tidak meninggalkan dunia politik. Sebab politik itu, bagi saya pribadi, seni. Saya senang pada proses yang dijalani di kegiatan politik,” tambahnya. (Irfan Salafudin)

editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan