Perjalanan Umrah Banyak Dikeluhkan Jamaah

0
umrah-dikeluhkan
Sosialisasi regulasi ibadah haji dan umrah di Solo, Senin (10/3), yang diselenggaran Kanwil Kemenag Jateng. (suaramerdekasolo.com/Vladimir Langgeng)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Perjalanan menjadi keluhan paling banyak yang disampaikan para jamaah yang menunaikan ibadah umrah, yakni hingga 80 persen. Sebanyak 10 persen keluhan berupa penginapan dan 10 persen lagi soal konsumsi.

Hal itu terungkap dalam sosialisasi regulasi ibadah haji dan umrah di Solo, Senin (10/3), yang diselenggaran Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Tengah.

Persoalan lain yang muncul dalam sosialisasi itu adalah biro perjalanan haji dan umrah atau PPIU yang dinilai kurang update dan kurang membina SDM-nya. Lantaran banyak persoalan, Kementerian Agama meminta PPIU untuk profesional. Tenaga lapangan harus mampu menjadi pembimbing haji dan umrah.

“Lebih dari itu, PPIU harus bisa membuat konsep jamaah mandiri, yakni menguasai ilmu dan tidak terlalu bergantung pada tim PPIU,” kata Kepala Kemenag Surakarta Nur Mustain.

Sementara itu dari Kanwil Kemenag Jateng lebih banyak menyampaikan persoalan ibadah haji. Menurut Kabid Haji dan Umroh Kanwil Kemenag Jateng M Saidun, kuota jamaah haji di Jawa Tengah sebanyak 30.225 jamaah dengan masa tunggu sekitar 25 tahun. Biaya pendaftaran sekitar Rp 32,235 juta.

Meski kuota hanya segitu, kata Saidun, jumlah pendaftar 762.866 jamaah. “Pendaftaran haji sudah bisa dilakukan secara online, tapi pemberangkatan tetap berdasar domisili KTP,” katanya.(Vladimir Langgeng)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan