Menuju Demokrasi Beradab, Siswa Mendapat Materi Pengawasan Partisipatif

0
nyemplu-pawiyatan-smkn-jenawi-karanganyar
SOSIALISASI : Siswa kelas XII SMKN Jenawi mendengarkan paparan dari komisioner Bawaslu Karanganyar dalam acara Sosialisasi Pengawasan Partisipatif "Nyemplung Pawiyatan" di aula sekolah tersebut, Kamis (12/3). (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com – “Ibarat sepakbola, di mana ada wasit yang mengawasi pertandingan, begitulah Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). Tugas Bawaslu mengawasi seluruh tahapan pemilu, agar semua berjalan sesuai aturan. Maka Bawaslu harus ada dalam setiap proses pemilu.”

Kalimat itu disampaikan Koordinator Divisi Penyelesaian Sengketa Bawaslu Karanganyar Edi Budi Susilo, di depan 276 siswa kelas XII SMKN Jenawi, Kamis (12/3), saat acara Sosialisasi Pengawasan Partisipatif “Nyemplung Pawiyatan” di aula sekolah tersebut.

“Kami juga butuh partisipasi semua pihak dalam mengawasi pemilu. Termasuk dari adik-adik, kami minta ikut berpartisipasi. Jika ada pelanggaran dalam tahapan pemilu, laporkan. Sebab, tidak mungkin jika Bawaslu harus bergerak sendiri, karena personelnya terbatas,” lanjut Budi.

Dengan seksama, peserta sosialisasi yang merupakan pemilih pemula mendengarkan paparan tersebut. Secara bergantian, komisioner Bawaslu memberi penjelasan terkait berbagal hal yang berkaitan dengan pengawasan tahapan pemilu.

Agar suasana tidak kaku, di sela paparan materi, diselingi kuis ataupun games. Peserta diajak aktif untuk menjawab berbagai pertanyaan dan mengikuti permainan yang diberikan tim dari Bawaslu Karanganyar.

Ketua Bawaslu Karanganyar Nuning Ritwanita Priliastuti menambahkan, meski di Karanganyar dalam waktu dekat tidak ada agenda kepemiluan, namun sosialisasi pengawasan partisipatif terus dilakukan Bawaslu.

“Sebab, ini bagian dari upaya menuju demokrasi yang beradab di Karanganyar. Kegiatan seperti ini akan berkelanjutan,” tuturnya.

Kepala SMKN Jenawi Sri Eka Lelana mengatakan, sosialisasi pengawasan partisipatif diperlukan agar anak-anak muda paham dengan sistem demokrasi.

“Masa depan siswa itu harus disiapkan dan dipersiapkan. Tapi mereka juga ikut bertanggung jawab terhadap masa depan bangsa. Maka itu, di usia pemilih pemula, mereka perlu diberi gambaran tentang demokrasi yang beradab. Harapannya, nantinya mereka bisa berperan aktif dalam pengawasan pemilu, atau kegiatan lain yang berkaitan dengan sistem demokrasi,” jelasnya. (Irfan Salafudin)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan