Klaten Waspada Virus Corona

0
klaten-antisipasi-corona
RAKOR : Bupati Sri Mulyani, Asisten 1 Ronny Roekmito, Kapolres Klaten AKPB Wiyono Eko Prasetyo dan Dandim 0723 Klaten Letkol Kav Minarso memimpin rakor antisipasi wabah Covid19 di ruang B2 Setda Klaten, Sabtu (14/3).(suaramerdekasolo.com/Merawati Sunantri)

*TK dan PAUD Libur, SD-SMA Kurangi Jam Belajar

KLATEN,suaramerdekasolo.com – Pemkab Klaten menggelar rapat koordinasi untuk mengantisipasi merebaknya virus Corona Klaten di ruang B1 Setda Klaten, Sabtu (14/3) siang hingga sore. Rapat dipimpin Bupati Sri Mulyani, Kapolres Klaten AKPB Wiyono Eko Prasetyo dan Dandim 0723 Klaten Letkol Kav Minarso, perwakilan Forkompinda lainnya.

Kegiatan itu digelar menyusul langkah Pemkot Surakarta yang menetapkan KLB setelah ada 1 pasien positif covid19 meninggal. ‘’Meski belum ada kasus covid19 di Klaten, namun langkah antisipasi dipandang perlu,’’ tegas Bupati Sri Mulyani.

Berdasarkan keterangan Dinas Kesehatan, hingga kini, sudah ada 44 orang berstatus dipantau karena baru pulang dari luar negeri atau dari daerah yang sudah terjangkit covid19. Dari jumlah itu 12 orang sudah lolos. Jumlah itu akan terus bertambah, karena semua warga yang pulang dari ibadah umroh akan dipantau.

Dalam kesempatan itu, Bupati Sri Mulyani menegaskan kepetusan rakor yakni menunjuk Asisten 1 Sekda Klaten Ronny Roekmito ditunjuk sebagai Ketua Satgas Penanggulangan Covid19, Kepala Dinkes sebagai Wakil I dan Kepala BPBD Klaten sebagai Wakil Ketua II, dengan juru bicara Kepala Dinker dan Kabid P2P Dinkes. Posko akan berada di kantor Dinkes.

Menyiapkan tiga RS rujukan, yakni RSUP dr Soeradji Tortonegoro, RSUD Bagas Waras dan RSI Klaten. Dinkes diminta membuat leaflet tentang gejala penderita dan pencegahan covid19. Penyelenggaraan upacara keagamaan diserahkan kepada pimpinan agama masing-masing.

‘’Cara salaman yang disepakati adalah dengan mengatupkan dua tangan di depan dada, untuk mengurangi kontak fisik, karena covid19 ditularkan melalui kontak fisik,’’ ujar Bupati membacakan putusan rakor.

klaten-antisipasi-corona2

Untuk menghindari kerumunan massa, Car Free Day akan ditiadakan untuk dua kali sambil menunggu perkembangan situasi. Event kesenian dan olahraga juga ditunda hingga akhir Maret 2020. Beberapa kegiatan yang dihadiri banyak warga juga ditunda, yakni Sambang Warga, Sambang Puskesmas, Jambore hingga pemecahan rekor MURI.

‘’Bagi ASN, apel pagi akan ditiadakan selama dua pekan, fingerprint juga akan digantikan ansensi manual. Perjalanan dinas sementara dihentikan. Dinkes akan segera mensosialisasikan mekanisme rujukan. Rumah ibadah akan diberikan cara pembersihan lantai dan lainnya oleh Dinkes dan Bidang peternakan DPKPP,’’ ujar dia.

Di sejumlah obyek wisata dan acara yang dihadiri banyak orang, sebaiknya disediakan tempat cuci tangan dengan sabun atau hand sanitizer.

‘’Untuk dua pekan ke depan, PAUD dan TK akan diliburkan, untuk SD sampai SAM akan dikurangi jam belajarnya, SD hanya sampai jam 10.00, SMP sampai jam 11.00 dan SMA sampai jam 11.45 WIB. Untuk siswa MTs dan MA yang sedang ujian akan menyesuaikan,’’ tegas dia.(Merawati Sunantri)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan