Sekolah di Karanganyar Langsung Diliburkan Dua Minggu

dampak-corona-sekolah-diliburkan
FOTO ILUSTRASI

*Dapat Instruksi Gubernur Jateng

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Setelah mendapatkan instruksi dari Gubernur untuk meliburkan siswa sekolah selama dua minggu.

Kepala Bidang Pendidikan Menengah Dasar Depdikbud Karanganyar Sri Wiyanto langsung membuat edaran kepada sekolah melalui MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah) yang ada di Karanganyar untuk meliburkan kegiatan belajar mengajar selama dua minggu.

Dia menolak dikatakan instruksi itu terlambat, karena dia harus berkoordinasi dengan Bupati dan Kepala Dinas Dikbud yang saat ini ada keperluan ke Batam. Menghadiri peringatan 11 tahun Paguyuban Warga Batam asal Karanganyar.

‘’Saya harus melaporkan masalah himbauan Gubernur itu ke Bupati dan Kadisdikbud dulu, setelah semuanya selesai maka surat edaran baru kami buat untuk disebarkan ke seluruh kepala sekolah se Karanganyar. Tidak masalah, yang penting mulai Senin kegiatan belajar mengajar dilakukan di rumah,’’ kata Sri Wiyanto, Minggu.

Jika nanti ada perkembangan baru berkaitan dengan pencegahan penyakit corona ini, maka akan dilakukan kebijakan baru apalagi Kadinas sudah pulang dari Batam sehingga semua akan bisa berjalan lebih cepat dari sebelumnya.

Sebagaimana diwartakan, Gubernur Jateng Ganjar Pranomo setelah rapat koordinasi dengan seluruh pejabat di Semarang mengambil kebijakan untuk meliburkan kegiatan belajar untuk mengantisipasi penyakit yang semakin menyebar, dan bahkan sudah ada korban warga Semanggi Solo.

Sampai hari Sabtu saat Gubernur belum mengumumkan libur kegatan belkajar mengajar itu, seluruh pelajar Karanganyar memang tetap diinstruksikan untuk masuk. Baru setelah ada kebijakan itu seluruh pelajar diliburkan.

Kadis Dikbud Tarsa saat dihubungi mengatakan kebijakan yang diambil Kabid Dikdasmen itu sudah perintah dari Bupati, karena yang stand by di tempat saat ini beliau maka surat akan diteken oleh Kabid Dikdasmen untuk kepala sekolah. Senin kita juga akan rapat koordinasi dengan seluruh kepala sekolah untuk soal itu.

Tarsa mengatakan, liburan ini bukan libur sehingga pelajar bisa bepergian tamasya dengan keluarganya, namun belajar di rumah karena kita menghindari kerumunan yang bisa berakibat menjadi wahana penyebaran virus.

Guru sekolah tetap absen masuk ke sekolah untuk menyiapkan proses kelanjutan belajar mengajar yang harus terhenti karena ada corona ini. Karena itu meski libur hakekatnya tidak libur hanya terhenti karena menghindari vrus corona ini.

Sekda Sutarno saat dikonfirmasi mengatakan kegiatan perkantoran tetap berjalan biasa karena pelayanan harus berjalan seperti biasa. Namun diinstruksikan setiap bagian untuk menyediakan alat untuk cuci tangan dan menyediakan sabun antiseptik untuk menjaga kebersihan saat bekerja. Sehingga semuanya terjaga. Sebab agaknya itu terkait dengan kebiasaan kita menjaga kesehatan juga. (Joko DH)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan