Tindak Lanjut KLB Covid 19, Bank Indonesia Solo Perkuat Koordinasi

0
tpid-solo

SOLO,suaramerdekasolo.com – Sebagai respon persebaran Corona Virus Disease (Covid-19) dan menindaklanjuti penetapkan Kota Solo dalam status Kejadian Luar Biasa (KLB) dalam rapat koordinasi dengan Pemerintah Kota Surakarta, 13 Maret sebelumnya, Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo melakukan berbagai langkah mitigasi, terkait pengendalian harga bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID).

“Kantor Bank Indonesia Solo terus memantau perkembangan kondisi perekonomian dan stabilitas sistem keuangan di Soloraya, termasuk potensi dampak Covid 19 dengan semakin memperkuat koordinasi bersama pemerintah kota, perbankan dan lembaga-lembaga terkait,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo, Bambang Pramono, Minggu (15/3).

Dan sebagai upaya pengendalian inflasi Kota Surakarta, terutama mengantisipasi potensi dampak Covid 19 dan menjelang Bulan Ramadhan, lanjut Bambang, kantor BI Solo bersama TPID Kota Surakarta terus melakukan kegiatan dengan strategi kebijakan 4K. Yaitu ketersediaan pasokan, kelancaran distribusi, keterjangkauan harga, dan komunikasi yang efektif.

“Bank Indonesia Solo dan TPID Surakarta menghimbau masyarakat untuk tetap melakukan kegiatan ekonomi secara normal dan tidak melakukan aksi borong agar stabilitas harga tetap terkendali. Pemerintah selalu memonitor dan memastikan ketersediaan pasokan komoditas pangan terpenuhi dan terjaga dengan baik,” kata dia yang juga wakil ketua TPID Surakarta itu.

Sementara itu sebagai otoritas sistem pembayaran dan pengelolaan uang rupiah, lanjut dia, Bank Indonesia selalu siap mendukung perbankan dalam melayani transfer dana masyarakat secara efisien, aman dan lancar.

Masyarakat diimbau untuk melakukan transaksi secara non-tunai, terutama dengan QRIS (Quick Response Code Indonesia Standard). Dengan QRIS, transaksi bisa lebih cepat, seketika, mudah, dan aman dalam satu genggaman.

“Untuk memenuhi kebutuhan uang tunai di masyarakat, Bank Indonesia mendukung dan memastikan ketersediaan uang tunai di perbankan secara memadai,” jelasnya.

Bambang juga menginformasikan, Kantor BI Solo melakukan penundaan pelaksanaan kegiatan puncak Pekan QRIS Nasional (PQN) yang sebelumnya dijadwalkan di Solo Square 15 Maret sampai situasi kondusif serta terus berkoordinasi dengan Bank Indonesia Pusat dan Pemerintah Kota. Kantor BI Solo juga menunda sejumlah kegiatan yang mengumpulkan sejumlah orang baik internal dan/atau eksternal berupa sosialisasi, focus group discussion dan event lainnya untuk mengurangi interaksi yang berpotensi menimbulkan penularan Covid 19.

Namun demikian, aktivitas kegiatan Bank Indonesia lainnya tetap berjalan normal. Menurut dia, untuk menjaga kesehatan serta menciptakan situasi kerja yang tetap kondusif bagi pegawai dan tamu, mulai 10 Maret, Bank Indonesia telah melakukan pemindaian suhu tubuh bagi setiap orang yang memasuki komplek perkantoran bank sentral. Sterilisasi ruangan kerja dan ruang ibadah melalui penyemprotan cairan disinfektan juga dilakukan.(Vladimir Langgeng)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan