Pemkab Sragen Berlakukan ASN Bekerja di Rumah

0
asn-sragen
BALIHO WASPADA KORONA:Pemkab Sragen memasang baliho sosialisasi waspada bahaya virus korona, yang dipasang di berbagai titik di seluruh wilayah Bumi Sukowati, seperti yang terpasang di tepi Jalan Raya Solo-Sragen di Desa Krikilan, Kecamatan Masaran.(suaramerdekasolo.com/Basuni Hariwoto)

SRAGEN,suaramerdekasolo.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Sragen memberlakukan bekerja dari rumah atau work from home bagi Aparat Sipil Negara (ASN) di lingkungan mereka. Kebijakan ini ditempuh menyusul wabah Corona Virus Disease 2019 (Covid 19) yang belakangan makin merebak di beberapa daerah.

Bekerja dari rumah itu mulai Senin (23/3) dan berlaku sementara sepekan ke depan. Teknis pengaturan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang bekerja di rumah itu menjadi wewenang masing-masing pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD).
Bupati Kusdinar Untung Yuni Sukowati menyampaikan, kebijakan diambil untuk mengurangi kontak langsung atau menjaga jarak sosial (social distancing) antar-ASN.

Namun kebijakan itu tidak berlaku bagi dokter, perawat dan ASN yang bekerja di unit pelayanan bekerja dari rumah. Juga untuk para pejabat eselon II, III, dan IV, sebab mereka harus tetap masuk kerja seperti biasa sekaligus memantau serta memastikan ASN benar-benar bekerja di rumah.

“Hanya sebagian ASN yang bekerja dari rumah, sekitar 30% dari jumlah ASN. Teknis kerjanya bisa diatur secara bergiliran supaya pelayanan kepada masyarakat tidak berhenti. Bupati dan Wakil Bupati pun tetap ngantor seperti biasa,” kata Yuni, panggilan akrabnya manakala ditemui para wartawan Jumat (20/3).

Menurut Yuni, pada prinsipnya ASN tidak libur tetapi bekerja dari rumah. Sementara paramedis seperti dokter dan perawat tidak ada yang bekerja di rumah.

Bupati memastikan tempat-tempat pelayanan publik harus tetap jalan. Menurut Yuni, para kepala OPD diminta mengatur teknis di satuan kerja masing-masing. Mereka diharapkan jeli mengatur ASN untuk kerja di rumah atau di kantor.
“Pastikan ASN tidak santai atau tidur di rumah tetapi tetap bekerja. Laporannya seperti apa, silahkan saja itu wewenang kepala OPD. Silakan diatur siapa-siapa yang bekerja di rumah dan di kantor,” tandas Yuni.

Sekretaris Daerah (Sekda) Tatag Prabawanto menambahkan, terkait kebijakan bekerja di rumah bagi ASN Pemkab Sragen, pelayanan publik kepada masyarakat tetap berjalan. Para kepala OPD diminta membuat jadwal ASN yang bekerja di rumah dan di kantor. “Kami meminta peran aktif, komunikasi, dan koordinasi semua unsur,. Pelayanan kepada masyarakat tetap berjalan seperti biasa,” tegas Sekda. (Basuni Hariwoto)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan