Cuci Tangan Sebelum Masuk, Jabat Tangan dengan Pengantin Tak Dilakukan

0
cuci-tangan-pengantin1
ANTISIPASI : Tamu undangan mencuci tangan dan disemprot hand sanitizer, saat menghadiri acara ngunduh mantu pernikahan Warsito - Siti Nur Halimah di Dukuh Setup RT 2 RW 11, Desa Karang, Kecamatan Karangpandan, Sabtu (21/3). (suaramerdekasolo.com/dok)

KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com – Pandemi korona yang terjadi saat ini, membuat acara ngunduh mantu yang dihelat Ny Yatmi, warga Dukuh Setup RT 2 RW 11, Desa Karang, Kecamatan Karangpandan, berbeda dari biasanya.

Sebab, tamu yang datang untuk mengucapkan selamat atas pernikahan Warsito – Siti Nur Halimah di rumah Ny Yatmi, Sabtu (21/3) pukul 10.00, wajib mencuci tangan dengan sabun sebelum masuk ke lokasi acara.

Usai cuci tangan, tangan para tamu masih disemprot hand sanitizer oleh warga yang ditunjuk sebagai petugas khusus penyemprot cairan pembersih tangan.

Selain itu, saling berjabat tangan antara tamu dengan mempelai maupun tuan rumah, tak dilakukan. Pengumuman bertuliskan “Mohon Maaf, Kami Tidak Berjabat Tangan Bukan Berarti Tidak Menghormati” dipasang, agar tuan rumah dan tamu undangan bisa saling memaklumi.

Kondisi itu terjadi, tak lepas dari wabah korona yang sedang melanda. Sebab, sesuai imbauan pemerintah, semua pihak diminta untuk berhati-hati dan mawas diri, dalam upaya mencegah penularan penyakit tersebut.

Kepala Desa Karang Dwi Purwoto saat dikonfirmasi membenarkan, bahwa acara ngunduh mantu di rumah salah satu warganya menerapkan prosedur pencegahan penyebaran virus Covid-19.

“Karena punya hajat itu sudah direncanakan sejak jauh hari dan tidak bisa ditunda, ya kami mengimbau agar disediakan tempat cuci tangan dan hand sanitizer bagi tamu. Ya, sebagai upaya pencegahan korona,” katanya.

Prosedur tersebut, juga berlaku bagi warga lain yang akan punya hajat dalam beberapa waktu mendatang. “Kami sudah meminta pada kepala dusun, agar menyosialisasikan hal ini ke warga,” ujarnya.

Dalam hajatan ngunduh mantu di rumah Ny Yatmi, tempat cuci tangan disiapkan di dua pintu masuk, dengan menyediakan beberapa kran untuk mengucurkan air bersih. Di masing-masing pintu, ada petugas khusus yang bertugas menyemprotkan hand sanitizer pada tamu yang sudah mencuci tangan.

cuci-tangan-pengantin2

Setelah prosedur tersebut dilalui, tamu dipersilakan masuk ke lokasi acara. Diperkirakan, ada 700-an tamu yang hadir.

“Untuk tempat duduk, terpaksa tidak berjarak sampai 1 meter karena keterbatasan tempat. Lewat pengumuman yang ditempel, tamu tidak berjabat tangan dengan mempelai dan keluarganya,” jelasnya.

Kades Karang mengatakan, prosedur cuci tangan dan penyemprotan hand sanitizer di acara hajatan baru terjadi sekali itu di Desa Karang.

“Ya, awalnya masyarakat agak gimana. Karena ini hal yang baru. Tapi setelah diberi pemahaman, akhirnya maklum. Sebab untuk mencegah korona ini perlu kesadaran bersama, dalam menjaga kebersihan,” katanya.

Dalam beberapa waktu ke depan, lanjutnya, masih ada beberapa hajatan yang akan digelar warga. “Ya nanti diberlakukan prosedur yang sama. Biar sama-sama nyaman, antara tamu dan yang punya hajat. Tempat cuci tangan dan hand sanitizer, wajib disiapkan,” imbuhnya. (Irfan Salafudin)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan