Puskesmas Karanganyar Periksa 66 Peserta Ijtimak Ulama Gowa, Empat Orang Berstatus ODP

0
odp-corona-karanganyar
RAKOR – Rakor pencegahan dampak corona di rumah dinas Bupati meski hari Minggu. (suaramerdekasolo.com/Joko DH)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Peserta ijtimak ulama di Gowa, Sulsel pekan lalu diperiksa Puskesmas Karanganyar oleh petugas Dinkes Karanganyar untuk memastikan kondisi mereka sehat usai mengikuti pertemuan tiga hari itu.

Hasilnya ada empat orang dinyatakan sebagai ODP (Orang Dalam Pengawasan), satu dirujuk ke RSUD Dr Moewardi, Solo karena lemas sebab usianya sudah sepuh.

‘’Secara keseluruhan, ada 14 orang yang masuk ODP di Karanganyar, satu dirawat di RSUD Karanganyar, satu dirujuk ke RSUD Dr Moewardi, Solo, dan lainnya diisolasi mandiri di rumah termasuk yang jadi peserta Ijtimak Ulama,’’ kata Kadinkes Purwanti, kepada wartawan usai Rakor Penanggulangan Covid-19 di rumdin Bupati, Minggu.

Ada dua pasien dalam pengawasan (PDP) satu di RSUD Dr Moewardi, satu diisolasi di RSUD Karanganyar, sedangkan satu orang yang pekan lalu masuk PDP malah sudah sembuh dan pulang ke rumah. Namun dia tetap dalam pemantauan meski sudah sembuh.

Bupati Juliyatmono yang memimpin rakor dengan seluruh pejabat, termasuk camat se Karanganyar, mengatakan, meskipun jumlah ODP terus bertambah, namun Karanganyar masih aman dan semoga tetap aman terus dan tidak ada yang positif Covid-19.

Namun dia meminta seluruh warga tetap menjaga diri, tetap menjaga jarak, tidak terlalu banyak melakukan aktivitas di luar. Termasuk beribadah di masjid, jika merasa aman boleh saja. Shalat jamaah, berdoa, setelah itu pulang, jangan terlalu banyak ngobrol berkumpul sesama jamaah karena memang situasinya seperti ini.

Bupati juga memerintahkan segera dibuka dapur umum untuk menolong kalangan menengah ke bawah yang akhirnya tidak bisa makan dan tidak mendapat hasil karena usahanya terpaksa gulung tikar karena corona ini. Mereka harus menjadi tanggung jawab pemerintah untuk menghidupi memberi makan sekadar nasi bungkus.

‘’Dapur umum ini segera saja dibuat di lokasi-lokasi yang memang diperlukan untuk mendapatkan bantuan. Camat dan kades harus proaktif untuk mendata warganya yang sekiranya membutuhkan. Jangan sampai terjadi kelaparan akibat kurang makan sebab corona,’’ kata Bupati.(Joko DH)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan