Pencoblosan Pilkada Wonogiri Tetap 23 September

pilkada-wonogiri-2020
MENYEMPROTKAN DESINFEKTAN : Petugas PMI menyemprotkan cairan desinfektan di kantor KPU Kabupaten Wonogiri, baru-baru ini. (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah menerbitkan surat untuk menunda beberapa tahapan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada). Meski demikian, penundaan tahapan tersebut tidak sampai mengubah jadwal pencoblosan atau pemungutan suara Pilkada pada 23 September mendatang.

Ketua KPU Kabupaten Wonogiri Toto Sihsetyo Adi mengungkapkan, tahapan yang ditunda itu, antara lain pelantikan dan masa kerja Panitia Pemungutan Suara (PPS), verifikasi syarat dukungan calon perseorangan, pembentukan Petugas Pemuktahiran Data Pemilih (PPDP) dan pelaksanaan pencocokan penelitian (Coklit), serta pemutakhiran dan penyusunan daftar pemilih.

Penundaan sejumlah tahapan itu menurutnya tidak sampai mengubah jadwal pemungutan suara. Dia mencontohkan, tahapan Coklit semula dijadwalkan selama bulan April-Mei. Tahapan tersebut masih bisa diselesaikan walaupun jangka waktunya diperpendek beberapa pekan. “Penundaan tahapan itu tidak mengganggu tahapan lainnya,” terangnya, (Senin, 23/3).

Toto menerangkan, penundaan tahapan diberlakukan pada seluruh kota/kabupaten di Indonesia. Namun, dia belum bisa memastikan sampai kapan penundaan itu akan diberlakukan.

Di sisi lain, proses perekrutan PPS telah selesai. Setiap desa akan ada tiga orang PPS. “Hasil perekrutan PPS sudah diumumkan, tinggal pelantikan,” ujarnya.

Sementara itu, penyemprotan desinfektan juga dilakukan di kantor KPU Kabupaten Wonogiri, beberapa hari lalu. Penyemprotan dilakukan untuk mengantisipasi penyebaran penyakit virus corona (Covid-10).

Adapun jam kerja pegawai KPU sekarang dikurangi. Semula, para pegawai masuk kerja dari pukul 08.00-16.30. Saat ini, jam kerja mereka dari pukul 09.00-15.00. “Masuk kerjanya bergantian,” katanya. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan