Desa Tidak Perlu Ragu Geser Anggaran, Untuk Penanggulangan Korona

dana-desa-karanganyar
PANTAU : Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah Sumanto berbincang dengan Kalakhar BPBD Karanganyar Bambang Djatmiko, terkait situasi dan kesiapan penanggulangan korona di Karanganyar, Rabu (25/3). (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com -Pemerintah desa diminta tidak ragu-ragu menggeser mata anggaran yang telah direncanakan untuk keperluan penanggulangan wabah korona.

Rencana pembangunan infrastruktur yang tidak mendesak diminta untuk ditunda pelaksanaannya dan anggarannya dialokasikan untuk mencegah penyebaran penyakit yang disebabkan virus Covid-19 tersebut.

Hal itu disampaikan Ketua Komisi B DPRD Provinsi Jawa Tengah Sumanto, di sela kunjungannya ke kantor Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karanganyar, Rabu (25/3). Kunjungannya tersebut untuk mengecek kesiapan daerah dalam penanggulangan pandemi korona.

“Pemerintah desa tidak usah ragu-ragu. Sudah ada instruksi Presiden, ada Keppres, untuk menggeser anggaran guna keperluan penanggulangan korona. Tidak usah mikir pembangunan dulu. Itu bisa nanti,” katanya.

Ditegaskannya, anggaran untuk penanggulangan korona lebih baik berlebih, daripada tidak ada sama sekali. “Karena itu, mata anggaran yang tidak mendesek, digeser peruntukannya,” tuturnya.

Menurutnya, di internal DPRD Provinsi Jawa Tengah, hal serupa sudah dilakukan. Beberapa poin mata anggaran untuk perjalanan dinas, kunjungan kerja dan lainnya, digeser untuk membiayai penanggulangan korona.

“Lebih baik turah anggarane, daripada tidak ada,” tegasnya lagi.

Sementara mengenai pantauannya terhadap kesiapan penanggulangan korona di Karanganyar, Sumanto mengatakan, sejauh ini cukup bagus, meskipun ada beberapa kendala. Seperti langkanya bahan pembuat cairan disinfektan, hand sanitizer dan masker.

“Ada instruksi dari pimpinan DPRD, agar turun ke bawah cek situasi dan penanggulangan korona di daerah. Saya tugas di Karanganyar. Cek ke beberapa instansi terkait. Hasil pengecekan ini untuk merumuskan penggeseran mata anggaran, akan digunakan untuk apa saja terkait penanggulangan korona,” jelasnya.

Kepala Pelaksana Harian (Kalakhar) BPBD Karanganyar Bambang Djatmiko mengatakan, beberapa kendala yang dihadapi dalam penanggulangan korona adalah kelangkaan bahan untuk membuat cairan disinfektan.

“Kami sampaikan pada Ketua Komisi B kondisi tersebut. Karena langka, kami menggunakan bahan alternatif untuk pembuatan disinfektan,” tuturnya.

Diharapkan, ke depan ada dukungan dari Pemprov Jateng untuk melengkapi kebutuhan peralatan bagi petugas yang bekerja di lapangan. “Seperti alat semprot, atau alat kelengkapan lain, yang akan membantu petugas di kapangan,” imbuhnya. (Irfan Salafudin)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan