Diwa Center Berbagi Ribuan Masker dan Penyemprotan Disinfektan

diwa-center

*Cegah Penyebaran Virus Corona

SOLO, suaramerdekasolo.com– Di tengah sulitnya warga mendapat masker dengan harga murah, Diwa Center turut meringankan kesulitan tersebut. Lembaga sosial yang ada di Kota Solo tersebut bagi-bagi masker untuk masyarakat secara gratis agar terhindar dari virus corana.

Selama dua hari yakni Senin (23/3) dan Selasa (24/3), Diwa Center membagikan ribuan masker dan melakukan penyemprotan disinfektan secara keliliing di sejumlah perkampungan di Kota Solo.

Pembagian ribuan masker secara gratis dalam waktu dua hari sejak Senin kemarin dikemukakan Koordinator Kegiatan, Dwi Agus Budi Utomo, Rabu (25/3). ‘Beberapa kampung yang menjadi tempat pembagian masker yakni di Kampung Sumber Nayu, Bibis Baru dan di Nayu Timur, Nusukan, Banjarsari, Solo,'” jelas Dwi Agus.

Selain membagikan masker, lanjutnya, Diwa Center secara bersamaan juga melakukan penyemprotan cairan disinfektan di sejumlah kampung tersebut.

Di hari berikutnya, kata Dwi Agus, Diwa Center juga melakukan aksi kepedulian sosial di Kampung Danukusuman, Serengan. ”Apa yang kami lakukan ini membuat banyak warga senang dan mereka masih banyak permintaan masker dan penyemprotan disinfektan,” paparnya.

Terpisah, Direktur Diwa Center, Diah Warih Anjari menjelaskan, kepedulian sosial ini dilakukan untuk meringankan beban yang dirasakan warga.
Sebagai pengusaha di bidang Property, Diah Warih rela mengeluarkan kocek pribadi untuk kepentingan masyarakat yang lebih luas.

“Dengan tulus ikhlas, kami berniat membantu bagi yang membutuhkan, ternyata benar masih banyak warga yang butuh masker karena barang tersebut sekarang langka dan mahal harganya di pasaran,” terangnya.

Srikandi asal Pasar Kliwon, Solo yang mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Wakil Wali Kota Surakarta di Kantor DPD PDIP Jateng itu menyampaikan warga masih butuh masker untuk beraktifitas
karena tidak semua pekerjaan bisa dikerjakan di rumah sesuai arahan pemerintah.

“Tidak sedikit warga yang terpaksa bekerja di luar rumah, mencari uang meski suasana sedang bahaya, tetapi mereka harus melakukannya,” tegas perempuan berusia 38 tahun tersebut, Rabu (25/3).

Di sisi lain, Diah Warih berharap kepada pemerintah untuk memperhatikan kebutuhan warga selain memutuskan kebijakan seperti semua harus dilakukan dirumah bahkan ada yang diliburkan perusahaan tanpa digaji.

”Apabila kegiatan warga dibatasi, seharusnya pemerintah juga memikirkan kebutuhan warga yang terpaksa harus bekerja di luar rumah, contohnya memberikan masker,” paparnya.

Tidak hanya berharap, perempuan berhijab itu juga melakukan aksi secara nyata yakni berusaha mewujudkan keinginan warga yakni menyediakan masker meski harus membelinya di situs belanja online.

Untuk memenuhi kebutuhan warga, Diah Warih telah memesan dua ribu masker di toko online untuk dibagikan kepada warga.

”Niat saya terus membantu untuk berbagi masker kepada masyarakat hingga situasi normal kembali, tetapi kendalanya memang masker susah dicari,” kata dia. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan