Pakai Dana Desa, Seluruh Desa di Jaten Karanganyar Lakukan Semprot Disinfektan

0
desa-karanganyar-semprot-desinfektan
SEMPROT -- Aksi semprot yang dilakukan warga Jaten ke seluruh rumah warga desa. (suaramerdekasolo.cok/Joko DH)

*Kejari Berikan Lampu Hijau

KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com – Seluruh desa di wilayah kecamatan Jaten, Karanganyar melakukan aksi penyemprotan mandiri. Semua rumah warga dan jalan kampung tidak luput dari aksi yang didanai dengan dana desa itu.

‘’Saya ingin hari libur 25 Maret ini digunakan untuk melakukan aksi semprot, sehingga paling tidak mengurangi sedikit resiko penyebaran virus corona yang makin meluas. Pokoknya kita lakukan apapun agar virus itu bisa kita tanggulangi,’’ kata Camat Aji Pratama Heru, Rabu.

Sejak pagi hari semua warga sudah mendapatkan pemberitahuan jika hari itu akan dilakukan aksi penyemprotan. Sehingga seluruh warga siap-siap mengungsikan makanannya supaya tidak ikut kesemprot.

Menjelang siang, petugas semprot dari warga sendiri yang sudah ditunjuk keliling denga mobil bak terbuka melakukan penyemprotan ke semua rumah dan terutama halaman rumah yang bisa dijangkau alat semprot.

Penyemprotan ini sudah dil;akukan dua kali. Pertama dilakukan di masjid-masjid dan fasilitas umum seperti pasar yang dilakukan berkoordinasi dengan BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) sedangkan kedua ke seluruh rumah warga.

Sementara itu Kepala Badan Keuangan Daerah (BKD) Karanganyar Kurniadi Maulato mengatakan, pihaknya diizinkan untuk mengalokasikan dana khusus untuk penanggulangan korona. Setiap OPD sudah tahu arahan untuk mengalokasikan dana khusus, karena APBD sudah ditetapkan sehingga alokasi dana untuk korona ini sifatnya pengalihan dana yang memungkinkan bisa dialihkan.

Kejaksaan Negeri Karanganyar sudah memberikan keleluasaan jika anggaran digunakan untuk penanggulangan korona, maka tidak akan dipersoalkan, yang penting bukan mendompleng untuk bikin kegiatan yang aneh-aneh mengatasnamakan korona.

Termasuk dana desa diperbolehkan digunakan jika untuk penanggulangan korona. Termasuk dana untuk padat karya yang memungkinkan warga bisa mendpatkan pemasukan dari situ. Sebab selama korona berjangkit banyak pedagang yang bangkrut dan tutrup usahanya karena semua takut korona. (Joko DH)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan