Jenazah Ny Sudjiatmi Dimakamkan di Samping Makam Suaminya

sudjiatmi-mangkat
PERISTIRAHATAN TERAKHIR : Enam anggota Paspampres memanggul peti jenazah Ny Sudjiatmi Notomiharjo menuju peristirahatan terakhir di pemakaman keluarga di Dusun Mundu, Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, Kamis (26/3). (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com – Jenazah almarhumah Sudjiatmi Notomiharjo, yang wafat pada Rabu (25/3) pukul 16.45 WIB lalu, dimakamkan di pemakaman keluarga di Dusun Mundu, Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo, Karanganyar, Kamis (26/3).

Peristirahatan terakhir ibunda Presiden Jokowi berada di samping makam suaminya, Widjiatno Notomiharjo.

Prosesi pemakaman berlangsung sekitar 30 menit dan tertutup. Hanya keluarga dan kerabat, yang mengikuti prosesi pemakaman. Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko dan Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, terlihat ikut dalam prosesi.

Jenazah Sudjiatmi tiba di kompleks pemakaman sekitar pukul 13.00 WIB Presiden Jokowi memantau langsung, ketika jenazah ibundanya diturunkan dari mobil jenazah dan dipanggul enam anggota Paspampres berseragam merah putih yang membawa menuju liang lahat yang sudah disiapkan.

Gibran Rakabuming Raka, putra sulung Presiden, terlihat berjalan di depan peti jenazah sembari membawa foto mendiang neneknya. Beberapa kerabat dan keluarga, berjalan mengiringi peti jenazah.

Beberapa saat setelah masuk kompleks makam, terdengar lantunan suara tahlil, mengiringi prosesi pemakaman. Sekitar pukul 13.35 WIB, dibacakan surat Al Fatihah untuk almarhumah, dilanjutkan pembacaan doa yang diamini oleh seluruh pelayat yang hadir.

Pukul 13.45 WIB, seluruh prosesi pemakaman selesai. Presiden Jokowi, yang matanya terlihat sembab, keluar dan langsung menuju mobil Toyota Alphard bersama putra sulungnya. Sempat melambaikan tangan pada awak media, Presiden kemudian meninggalkan lokasi untuk kembali ke kediamannya di Solo.

Prosesi pemakaman berlangsung khidmat. Sejumlah pelayat hadir, memberikan penghormatan terakhir pada wanita yang wafat di usia 77 tahun.

Sebelum memasuki lokasi, seluruh pelayat diperiksa suhu tubuhnya. Setelah itu, tamu diminta masuk ruang dekontaminasi selama beberapa detik, sebelum dipersilakan keluar. Prosedur itu dilakukan, sebagai langkah antisipasi mencegah penyebaran virus korona. (Irfan Salafudin)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan