Ny Sudjiatmi Dikenang sebagai Sosok Teladan

sudjiatmi-mangkat
FOTO/DOK

KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com – Sosok almarhumah Ny Sudjiatmi Notomiharjo, di mata Bupati Karanganyar Juliyatmono, adalah sosok wanita yang patut menjadi teladan.

Sebab, meskipun memiliki putra seorang Presiden, namun dalam kesehariannya tetap hidup sederhana dan tak segan terlibat dalam berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

“Atas nama pribadi dan masyarakat Karanganyar, kami merasa kehilangan sosok ibu yang menjadi teladan bagi kita semua. Apalagi Karanganyar adalah bagian dari sejarah hidup beliau yang tidak bisa dipisahkan. Almarhum Pak Widjiatno Notomiharjo, ayahnya Pak Jokowi, dulu pernah menjadi lurah di Desa Kragan, Kecamatan Gondangrejo,” katanya.

Ditemui di sela mengikuti prosesi pemakaman di pemakaman keluarga di Dusun Mundu, Desa Selokaton, Kecamatan Gondangrejo, Kamis (26/3), Bupati mengingat bahwa almarhumah adalah sosok yang bersahaja.

“Hampir di setiap kegiatan kemasyarakatan, kegiatan sosial, beliau ikut. Saya kerap bertemu dalam beberapa kali kegiatan kemasyarakatan. Yang saya ingat, beliau itu cermat. Tidak lupa dengan siapapun. Terkadang beliau yang menyapa lebih dulu,” tuturnya.

Bupati juga mengingat, bahwa Ny Sudjiatmi adalah sosok yang sabar. “Beliau ramah dengan siapapun. Kadang, kalau pas hadir di acara-acara, banyak yang mengajak berselfie, dengan sabar dan ramah dilayani,” ujarnya.

Yang paling patut diletadani dari almarhumah adalah kesederhanaannya. Meskipun memiliki putra seorang Presiden, namun dalam keseharian tidak jauh berbeda dengan masyarakat kebanyakan.

“Seperti tidak punya putra seorang Presiden. Ramah dan akrab dengan siapapun. Makanya, kami benar-benar merasa kehilangan. Semoga almarhumah husnul khotimah, ditempatkan di surganya Allah,” katanya.

Untuk mengenang perjuangan almarhumah, Bupati berwacana untuk menata area di sekitar makam sebagai taman, yang akan diberi nama Taman Sudjiatmi Notomiharjo.

“Ya, nanti bisa digunakan untuk berbagai aktivitas sosial. Bisa untuk kegiatan kemasyarakatan. Nanti kami cari tahu, apa yang disukai beliau semasa hidup. Mungkin tanaman, atau kesayangan apa, untuk direplikasi di taman tersebut,” imbuhnya. (Irfan Salafudin)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan