PNS Pemkab Wonogiri Bergantian Masuk Kerja

pns-wonogiri-hadapi-corona
PEMINDAI SUHU : Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing mengarahkan alat pemindai suhu tubuh kepada awak bus di Terminal Induk Giri Adipura, Krisak, Wonogiri, Rabu (25/3). (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Pemkab Wonogiri mengambil kebijakan untuk mengatur waktu kerja para pegawai di lingkungan Pemkab. Para pegawai dibagi menjadi dua kelompok, di mana masing-masing kelompok masuk kerja secara bergantian.

Bupati Wonogiri Joko ‘Jekek’ Sutopo mengatakan, masuk kerja secara bergantian itu diterapkan berdasarkan surat edaran dari Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Menteri PANRB).

“Itu untuk mengurangi risiko dari penularan penyakit virus corona (Covid-19),” katanya saat menggelar pemantauan terhadap penumpang bus di Terminal Induk Giri Adipura, Krisak, Rabu (25/3).

Dia menjelaskan, setiap Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) mengatur sendiri pegawai-pegawainya yang masuk kerja secara bergantian.

“Setiap OPD memetakan 50 persen pegawai masuk kerja, 50 persen lainnya libur,” terangnya.

Kebijakan itu diberlakukan mulai Kamis (26/3). Giliran masuk kerja tersebut berlaku sampai pemerintah pusat menerbitkan kebijakan berikutnya.

Sementara itu, jumlah Orang Dalam Pemantauan (ODP) di Kabupaten Wonogiri bertambah menjadi 71 orang. Adapun jumlah Pasien Dalam Pengawasan (PDP) menjadi 12 orang, satu orang di antara mereka dinyatakan positif dan meninggal dunia, sedangkan satu orang dinyatakan negatif.

“Lainnya masih dalam proses uji laboratorium oleh Badan Penelitian Pengembangan Kesehatan (Balitbangkes). Tetapi kalau dilihat dari kondisi klinisnya, tidak ada gejala yang mengarah kepada Covid-19,” terangnya.

Menurutnya perlu pemahaman yang sama dari semua pihak mengenai kategori ODP dan PDP.

“Orang masuk ODP kalau syarat utamanya harusterpenuhi, seperti suhu badannya di atas 38 derajat, kemudian ada gejala klinis turunan batuk, sesak nafas dan lemas.

“Kalau yang batuk pilek semua jadi ODP, bisa geger nanti,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati bersama Kapolres Wonogiri AKBP Christian Tobing dan Dandim 0728/Wonogiri Letkol Inf Imron Masyhadi menggelar pemantauan di Terminal Induk Giri Adipura, Krisak, Rabu (25/3). Mereka memantau para pengguna angkutan umum yang memasuki terminal tersebut.

Seluruh awak bus dan penumpang menjalani pemindaian suhu tubuh. Hal itu dilakukan untuk memastikan para pengguna angkutan umum yang masuk Wonogiri dalam keadaan sehat.

Mereka juga memberikan imbauan kepada para penumpang untuk memeriksakan diri apabila suhu badannya meningkat atau mengalami gejala sakit. Para petugas juga menyampaikan sosialisasi mengenai Pola Bersih Hidup Sehat (PHBS) kepada para penumpang. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan