Inilah Rahasia Labu Madu Bisa Montok dan Seksi

labu-madu-karanganyar
LABU MADU : Labu madu dipamerkan di taman Tugu Pusaka, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri, baru-baru ini. (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Labu madu (cucurbita moschata/butternut squash) potensial dibudidayakan di Kabupaten Wonogiri. Bentuknya menarik, rasanya lebih manis, dan harganya terbilang tinggi, mencapai Rp 10.000 per kilogram dari tangan petani. Selain itu, labu madu juga mampu bertahan hidup menghadapi kemarau panjang.

Dwi Sartono (39) petani Desa Kepatihan, Kecamatan Selogiri, Kabupaten Wonogiri menerangkan, labu madu bisa dipanen ketika bobotnya mencapai 1,5-2 kilogram per butir. Namun, buah tersebut bisa dibesarkan lagi hingga empat kilogram per butir.

Baca : Ini Rahasia Durian Pogog Wonogiri Hasilkan Rp 8 Juta/Pohon

“Labu madu sebenarnya bisa masuk grade A ketika bobotnya 1,5-2 kilogram per butir. Kebanyakan konsumen lebih suka ketika berat labunya segitu,” katanya, baru-baru ini.

Labu madu bisa masuk grade A jika bentuknya eksotis. Yakni lekukannya proporsional, kedua ujung buah montok seimbang, sehingga memunculkan kesan seksi. “Bentuknya eksotis, tidak terlalu panjang dan tidak terlalu pendek. Di supermarket bisa dihargai lebih dari Rp 20.000 per kilogram,” ujarnya.

Labu tersebut dapat disimpan hingga enam bulan dan bisa diolah menjadi berbagai produk turunan, seperti keripik, kue dan sebagainya. Tanaman labu madu juga terbukti mampu bertahan menghadapi kemarau panjang.

Baca : Porang Diekspor ke Jepang dan Tiongkok Harganya Mencapai Rp 65.000/Kg

Kualitas labu madu sangat dipengaruhi dari tahap pemilihan bibit. “Benihnya harus bagus dan berlabel. Saya pakai benih labu madu F-1 cap Panah Merah yang harganya Rp 3.000 per biji. Kalau benihnya tidak bagus, nanti bentuk labunya juga kurang menarik, kadang terlalu panjang dan tidak eksotis,” terangnya.

Jarak tanamnya sekitar satu meter dan dibuat bedengan agar tanaman tidak terendam air. Selanjutnya dibuatkan anjang-anjang dari bambu sebagai tempat merambat. Tanaman bisa dipupuk dengan pupuk kompos.

Setelah berumur 90 hari, tanaman akan berbuah. Setiap pohon menghasilkan 5-8 butir labu. “Kalau mau menghasilkan labu berukuran empat kilogram, dilakukan penjarangan sehingga setiap pohon hanya ada 5 buah labu madu,” ujarnya. (Khalid Yogi)

Baca : Pilkades Karanganyar Menghangat, Cakades Dicoret Lapor Polisi

Editor :Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan