Karena Dampak Covid-19, Uang pun Dikarantina

uang-disemprot-disinfektan
kepsen ; Penyemprotan disinfektan di salah satu ruangan di kantor perwakilan Bank Indonesia Solo, Selasa (24/3).(suaramerdekasolo.com/Vladimir Langgeng)

-Layanan Kas Bank Indonesia Dihentikan

SOLO,suaramerdekasolo.com -Bank Indonesia (BI) Solo mengarantina setoran uang yang diterima dari bank umum, BPR, atau penyelenggara jasa pengolahan uang rupiah (PJPUR).

Itu dilakukan sebagai upaya antisipasi dan pencegahan terhadap persebaran virus covid-19. “Kami mendorong masyarakat untuk melakukan transaksi nontunai sebagai upaya mitigasi risiko penularan covid-19,” kata Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Bambang Pramono, Selasa (24/3).

Selama 14 hari sejak penerimaan setoran, uang kertas dan uang logam itu dikarantina di bank sentral, sekaligus dilakukan penyemprotan disinfektan.

Namun penyemprotan tidak hanya pada uang dan ruang penyimpanan uang, tapi juga ruang pengolahan uang, ruang khasanah, serta berbagai ruang dan tempat di kantor perwakilan Bank Indonesia Solo. Bahkan para tamu maupun pengunjung juga didisinfektan di bilik sterilisasi sebelum masuk kantor.

Di lingkungan kantor bank sentral juga disediakan hand sanitizer.
Bank sentral juga menghentikanl layanan tunai yang banyak melibatkan interaksi sosial, terhitung 16 Maret lalu. Yakni, layanan kas keliling baik dalam kota maupun luar kota, layanan penukaran uang rusak, dan klarifikasi uang palsu oleh masyarakat maupun perbankan.

Bagi petugas kasir yang melayani setoran atau bayaran juga wajib memakai masker dan sarung tangan.

Social distancing juga diterapkan dengan mengurangi rapat kegiatan tatap muka dan kontak fisik serta pengaturan jarak di dalam lift. Sejak 18 Maret, pihaknya menerapkan mekanisme kerja work from home untuk unit nonkritikal.

“Saat ini Bank Indonesia pusat bekerja sama dengan Sritex untuk membantu pengadaan masker dan APD bagi tenaga medis,” tuturnya.(Vladimir Langgeng)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan