Luar Biasa, Ini yang Dilakukan PMI Wonogiri Hadapi Virus

pmi-wonogiri-cegah-virus-corona
MENYEMPROTKAN DESINFEKTAN : Personel PMI Wonogiri menyemprotkan cairan desinfektan di Rutan Kelas IIB Wonogiri, baru-baru ini. (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Petugas Palang Merah Indonesia (PMI) menjadi salah satu yang paling sibuk di masa darurat penyakit virus corona (Covid-19).

Dalam sehari, PMI Kabupaten Wonogiri harus melakukan penyemprotan desinfektan di 30-40 titik. Untuk itu, ketahanan fisik mereka harus benar-benar terjaga.

Kepala Markas PMI Kabupaten Wonogiri Warjo mengatakan, selama masa darurat Covid-19 ini pihaknya sudah mengadakan penyemprotan desinfektan di ratusan lokasi. Penyemprotan diprioritaskan pada fasilitas-fasilitas umum, seperti sekolah, perkantoran, tempat ibadah, dan sebagainya.

“Dalam sehari bisa 30-40 titik,” katanya, Kamis (26/3).

Alhasil, para personel PMI Wonogiri dibagi menjadi tiga tim untuk melaksanakan penyemprotan tersebut. Mereka tidak sendirian. Penyemprotan dilakukan bersama gugus tugas yang terdiri atas Polres Wonogiri, Kodim 0728/Wonogiri, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Wonogiri, Satpol PP Wonogiri dan Dinas Sosial (Dinsos) Wonogiri.

Dia mengungkapkan, alat pelindung diri (APD) yang digunakan saat penyemprotan harus lengkap sesuai standar.

“Kalau penyemprotan pencegahan, pakai masker, kaos tangan, helm, kacamata google, sepatu bot dan baju pelindung atau mantol khusus. Tapi kalau penyemprotan di daerah pandemi, APD-nya harus benar-benar terisolasi,” terangnya.

Karena bekerja di tempat yang rawan bahaya kesehatan, kondisi fisik petugas harus benar-benar terjaga dan terlindungi. Setiap pagi sebelum berangkat dan sore setelah bekerja, mereka mengikuti briefing atau pengarahan.

“Sebelum berangkat suhu tubuh dicek thermal dulu, tidak boleh di atas 37 derajat celcius. Kalau di atas itu, harus istirahat di rumah. Tapi sampai sekarang personel kami tidak ada yang di atas 37 derajat,” ujarnya.

Setelah bekerja, mereka kembali menjalani cek thermal. Selanjutnya segera mandi keramas. Adapun seluruh pakaiannya langsung dicuci.

Adapun asupan makanan dan minumannya wajib tercukupi. Selain itu perlu mengonsumsi vitamin dan buah-buahan. Sayangnya, dia kesulitan memperoleh pasokan vitamin karena stok di apotek-apotek telah habis.

“Petugas juga tidak boleh begadang, istirahat yang cukup,” katanya. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan