Toserba Luwes Wonogiri Ditutup, Ini Tanggapan Manajemen

toserba-luwes-wonogiri
TOSERBA LUWES : Toserba Luwes Wonogiri telah ditutup, Jumat (27/3). (suaramerdekasolo.com/Khalid Yogi)

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Pemkab Wonogiri telah menutup Toko Serba Ada (Toserba) Luwes Wonogiri mulai tanggal 27 Maret ini. Alasannya, izin usaha perdagangan Toserba itu telah kedaluwarsa sejak 25 Februari 2017 lalu.

Selain itu, mereka tidak mengindahkan imbauan pemerintah untuk menjaga jarak antarmanusia (social distancing) dalam rangka pencegahan penyakit virus corona (Covid-19).

Menanggapi hal tersebut, pihak manajemen Luwes Wonogiri menyatakan akan mengikuti peraturan yang telah ditetapkan pemerintah.

“Kami mengikuti peraturan dari pemerintah daerah (Pemda),” kata HRD Manager Luwes Wonogiri, Lakgiyatto, Jumat (27/3).

Adapun mengenai pengurusan izin akan ditangani oleh kantor pusat Luwes di Solo.

“Kami yang di Wonogiri hanya membantu kelengkapannya,” ujarnya.

Di sisi lain, pihaknya berupaya menenangkan para karyawannya. Saat ini ada 143 karyawan yang bekerja di Luwes Wonogiri.

“Mereka menggantungkan hidupnya di Luwes. Punya keluarga, anak, istri. Kami ingin menenangkan karyawan dulu,” imbuhnya.

Terpisah, Bupati Wonogiri Joko ‘Jekek’ Sutopo mengatakan, keputusan menutup Toserba Luwes disebabkan oleh ketidaktaatan manajemen perusahaan tersebut.

“Izinnya habis sejak 2017. Tidak ada kepekaan dari pihak manajemen terhadap masalah yang dihadapi Wonogiri. Apa sumbangsihnya bagi Wonogiri, padahal sudah berdiri berpuluh-puluh tahun,” katanya.

Meski demikian, dia menegaskan karyawan Luwes Wonogiri tidak boleh di-PHK secara sepihak. Pasalnya, kesalahan tersebut ada pada pihak manajemen yang tidak mematuhi peraturan dan kebijakan yang diambil pemerintah. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan