Siswa Jangan Dibebani Tugas Berat

libur-sekolah
FOTO/ayobandung

*Libur Diperpanjang Hingga 13 April

KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com – Guru diminta tidak membebani siswa dengan tugas yang berat, selama sekolah diliburkan terkait wabah korona. Terlebih jika untuk menyelesaikan tugas tersebut membuat siswa terpaksa keluar rumah karena sarana yang ada di rumah tidak mendukung.

Sementara itu, libur sekolah di Karanganyar diperpanjang hingga 13 April mendatang. Atau bertambah dua pekan dari kebijakan awal antara 16-28 Maret.

Bupati Karanganyar Juliyatmono meminta, guru jangan membebani siswa dengan tugas yang berat.

“Lebih baik difokuskan pada hal-hal terkait pencegahan korona. Ini lebih edukatif. Misal membuat resume apa yang harus dilakukan untuk mencegah korona, penerapan pola hidup bersih dan sehat, dan sebagainya,” katanya, Jumat (27/3).

Jangan memberikan tugas, yang bisa diselesaikan hanya dengan gadget. “Sebab, kemampuan anak-anak tidak sama. Ada yang tidak punya gadget, misalnya. Terpaksa keluar ke warnet. Ini harusnya dihindari,” tandasnya.

Menurutnya, tugas sekolah yang berat akan membuat anak stres di rumah. Padahal mestinya, selama menjalani KBM di rumah, siswa merasa enjoy. Bahkan, kondisi itu bisa dimanfaatkan untuk semakin merekatkan hubungan kekeluargaan.

“Jangan sampai malah merasa terpenjara, selama menjalani KBM di rumah,” imbuhnya.

Terpisah, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Karanganyar Tarsa mengatakan, surat edaran tentang perpanjangan masa libur sudah disampaikan ke sekolah sejak Kamis (26/3). (Irfan Salafudin)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan