Kampung Tegal Arum Cangakan Lakukan Isolasi Lokal, Imbau Perantau tidak Pulang

0
karantina-mandiri-karanganyar
ISOLASI LOKAL : Warga Warga Kampung Tegal Arum, Kelurahan Cangakan, Kecamatan Karanganyar, memasang spanduk di jalan utama masuk perkampungan untuk melakukan isolasi lokal selama 14 hari terkait pencegahan virus korona, Minggu (29/3). (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com – Warga Kampung Tegal Arum, Kelurahan Cangakan, Kecamatan Karanganyar melakukan isolasi lokal, untuk mengantisipasi penyebaran virus korona.

Jalan masuk utama ke pemukiman ditutup spanduk besar bertuliskan “Tegal Arum Isolasi Lokal, Lockdown”. Juga terdapat tulisan “#dirumahsaja” dan “Tolak Covid-19” di bagian bawah spanduk.

Spanduk tersebut dipasang warga sejak MInggu (29/3). Rencananya, penutupan jalan utama akan dilakukan selama 14 hari ke depan.

Meski demikian, warga masih bisa keluar masuk pemukiman, melalui jalan di sisi timur dan selatan.

Ketua RT 01 RW 13 Kampung Tegal Arum Winarno mengatakan, isolasi lokal tersebut diputuskan dalam rapat yang diikuti seluruh warga, sebagai upaya mencegah wabah korona.

“Saat ini, penyebaran korona sangat cepat. Seluruh lapisan masyarakat harus bergerak untuk melakukan langkah-langkah antisipasi,” katanya.

Beberapa hari sebelumnya, warga kampung tersebut juga melakukan penyemprotan cairan disinfektan.

“Kami berharap, dari isolasi lokal ini, bisa mengurangi risiko terpapar virus Covid-19,” ujarnya.

Disampaikan juga, untuk warga Kampung Tegal Arum yang merantau, diimbau untuk tidak pulang kampung terlebih dulu. Hingga kemarin, belum ada laporan adanya perantau dari Kampung Tegal Arum yang pulang.

“Jika ada yang pulang, kami minta untuk tes kesehatan dulu, baru bisa masuk kampung. Kasihan keluarganya kalau sampai terkena virus. Apalagi, perantau ini banyak yang ada di daerah terdampak korona,” imbuhnya.

Anggota DPRD Karanganyar Supriyanto menilai, isolasi lokal adalah bentuk partisipasi masyarakat untuk mencegah dan memutus mata rantai penyebaran virus korona. (Irfan Salafudin)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan