Viral Helm Corona, Cara Polisi Terjun di Tengah Masyarakat Cegah Penularan Wabah Corona

INDIA,suaramerdekasolo.com – Bila di Indonesia, kepolisian setempat terjun langsung ke tengah-tengah masyarakat dengan menyosialisasikan dampak wabah corona (covid-19).

Yakni dengan pola sosialisasi, pembatasan warga di tempat umum, lalu pemberlakuan larangan kegiatan massal. Hingga melakukan penyemprotan disinfektan ke jalananan beberapa waktu lalu.

Seperti yang dilakukan Brimob Kota Solo bersama Polresta Surakarta dan pihak terkait dengan menyemport disinfektan pakai kendaraan water canon.

Mirip yang dilakukan kepolisian di Provinsi Bali yang melakukan penyemprotan cairan pembasmi virus, bakteri dengan truk water canon.

Aksi ini pun dilanjutkan dengan rencana penyemprotan massal di seluruh Indonesia yang dilaksanakan akhir Maret ini melalui surat perintah Wakapolri langsung.

Guna mengurangi dampak penyebaran viris corona yang kian masif.

Helm Corona

Maka di Negeri India, polisi setempat juga turut menjaga kota di New Dehli untuk memutus mata rantai corona.

Hanya saja, caranya lebih unik, lucu tetapi sangar Dikutip darI Reuter/PTI, Minggu (29/3), polisi setmpat berjumlah beberapa orang juga turub di jalanan.

Polisi ini memakai helem covid-19 dan mendatangi masyarakat. Tujuan dari pemakaian kostum unik ini dimaksudkan untuk menakut-nakuti warga.

Dikutip dari kumparan, Rajesh Babu, seorang polisi mengenakan helm berbentuk virus corona meminta masyarakat untuk tinggal di rumah selama wabah COVID-19 di Chennai, India. Cara ini bertujuan agar warga menerapkan social distancing dan tetap berada di rumah.

Helm virus corona tersebut merupakan hasil karya seorang seniman lokal bernama Gowtham. Ia mewarnai seluruh bagian luar helm dengan cat warna merah dan menempelkan kertas yang dibuat menyerupai paku mahkota virus corona.

“Kami telah mengambil semua langkah, tetapi orang-orang masih keluar di jalan-jalan. Oleh karena itu, helm corona ini adalah salah satu langkah yang kami ambil untuk memastikan bahwa orang-orang sadar,” jelas Rajesh Babu.

Sementara itu dilansir Reuters, cara ini dianggap cukup efektif daripada cara brutal yang dilakukan polisi di Mumbai dengan memukuli dan menyabet warga yang keluar rumah selama lockdown dengan tongkat.(*)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan