Dampak Corona, Penumpang Bandara Solo Turun 60 Persen

bandara-solo
SEMPROT DESINFEKTAN : Seorang petugas menyemprotkan desinfektan di Bandara Adi Soemarmo Solo, baru-baru ini. (suaramerdekasolo.com/Vladimir Langgeng)

*Puluhan Ribu Penumpang Kembalikan Tike KA

SOLO,suaramerdekasolo.com – Penerbangan menjadi sektor yang terdampak cukup serius dari persebaran wabah corona virus diseae (covid-19), tidak terkecuali di Bandara Adi Soemarmo.

Terlebih ketika Pemerintah Kota Surakarta menyatakan kondisi luar biasa (KLB) korona, dua pekan sebelumnya dan Pemerintah RI memberlakukan kebijakan social distancing.

Di Bandara Solo, penumpang untuk penerbangan domestik rata-rata turun 60 persen per hari, dalam dua pekan belakangan ini. Sementara untuk penumpang internasional sudah tidak ada lagi alias 0 persen lantaran sudah ditutup, beberapa hari sebelumnya.

Pihak otoritas bandara tidak berani memprediksi, kapan kondisi kembali normal karena situasi masih seperti ini karena wabah covid-19 belum bisa teratasi.

“Penumpang di Bandara Adi Soemarmo turun sekitar 60 persen, baik yang berangkat maupun yang datang sekitar 60 persen. Dari yang biasanya sekitar dua ribu pax sehari, kini tinggal sekitar 800 pax saja,” kata pejabat humas bandara setempat, Danar Dewi, Minggu (29/3).

Sementara itu untuk moda transpotasi kereta api (KA), sudah hampir 20 ribu penumpang membatalkan rencana perjalanan sejak PT KAI (Persero) mengumumkan ganti 100 persen bagi penumpang yang mengembalikan tiket. Hal itu dikatakan pejabat Humas PT KAI Daop 6 YogYakarta Eko Budiyanto, secara terpisah.

“Pemesanan tiket Lebaran bisa dilakukan 90 hari sebelum keberangkatan, yakni sejak 24 Februari. Saat itu banyak yang memesan tiket untuk perjalanan ke luar kota seperti Bandung, Jakarta, Solo, dan sebagainnya. Namun sejak adanya virus korona banyak yang membatalkan,” kata Eko.

Dikatakan, pembatalan tiket KA bisa dilakukan langsung di stasiun yakni di loket pembatalan tiket atau secara online melalui aplikasi KAI Access. Untuk rombongan yang telah melakukan uang muka dapat mengajukan pengembalian dengan surat permohonan pembatalan kepada menager angkutan penumpang, dilengkapi nomor rekening pemohon.

Kemudian, pemohon rombongan menyerahkan bukti setor uang muka yang sudah disetorkan ke rekening virtual account rombongan. Setelah itu, menajer akan melakukan permohonan pengembalian bea ke unit keuangan.

Bagi rombongan tiket belum tercetak yang akan melakukan ubah jadwal, kata dia, diberi kesempatan satu kali dalam rentang waktu 90 hari dari perjalanan yang dibatalkan, selagi masih ada tempat duduk yang tersedia. “Ketentuan ini hanya berlaku selama masa darurat korona,” tandasnya.(Vladimir Langgeng)

Editor : Sri Hartanto

 

Tinggalkan Pesan