KLB Solo Diperpanjang, Rutan Perpanjang Penutupan Tahanan Titipan

rutan-solo
FOTO ILUSTRASI/kompas

SOLO, suaramrdekasolo.com– Kota Solo yang masih memperpanjang status Kejadian Luar Biasa (KLB) virus corona, Rumah Tahanan (Rutan) Klas IA Surakarta juga memperpanjang penutupan bagi para tahanan. Larangan masuk bagi tahanan titipan ke rutan tersebut berlangsung hingga 13 April.

Begitu pula rutan yang berada di jantung kota tersebut, masih melarang warga membesuk keluarganya yang menjadi tahanan atau narapidana (napi). Komunikasi mereka, dibatasi dengan menggunakan layanan video call. Hal itu dikemukakan Kepala Rutan (Karutan), Soleh Joko Sutopo, saat dikonfirmasi Minggu (29/3).

Berdasar kebijakan sebelumnya, lanjut dia, penutupan layanan besuk bagi napi dan tahanan maupun penutupan penerimaan tahanan berakhir pada Selasa (31/3). Namun, perpanjangan status KLB dari Pemkot Surakarta, Rutan Surakarta menyesuaikan.

“Untuk itu, pelayanan video call tetap kami lakukan sebagai layanan kepada Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang ingin berkomunikasikan dengan keluarganya,” jelas mantan Karutan Yogyakarta itu.

Adapun pengiriman makanan atau barang dari masyarakat untuk para napi dan tahanan, kata Soleh, masih diperbolehkan namun harus melalui pemeriksaan ketat.

Ditambahkan Karutan, dalam mencegah penyebaran virus corona, di pintu masuk utama rutan, disediakan boks sterilisasi. Boks berukuran satu meter persegi dengan tinggi dua meter digunakan para petugas atau para tamu yang hendak masuk ke dalam rutan.

Sebelum masuk pintu utama, petugas atau sipir maupun bagi tamu lebih dahulu mencuci tangan menggunakan sabun di wastafel yang berada di depan pintu masuk rutan. Lantas, pegunjung rutan wajib masuk ke dalam boks sterilisasi dengan menekan tombol di bagian atas boks.

”Cairan disinfektan tidak di boks sterilisasi tidak berbahaya dan tidak membuat alergi atau gatal-gatal karena cairan itu sudah diracik oleh petugas medis rutan,” terang Karutan.

Lantaran pihak rutan masih melarang penitipan tahanan, seluruh tahanan masih menjalani penahanan di Polresta Surakarta.

Hal itu dijelaskan Kapolresta Surakarta, Kombes Pol Andy Rifai. Keberadaan para tahahan tersebut, lanjut Kapolresta, tentunya mendapat pengawasan dari sisi kesehatannya. Termasuk penyemprotan disinfektan diruang tahanan sudah dilakukan.

”Selama Solo masih KLB, kami juga melarang masyarakat untuk membesuk keluarganya yang ditahan di Polresta,” tegasnya. (Sri Hartanto)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan