Spanduk Dipasang, Tepis Isu Pasar Tradsional Tutup

pasar-tradisional-karanganyar-buka1
TETAP BUKA : Petugas memasang spanduk berisi pengumuman bahwa pasar tradisional tetap buka di pintu utama Pasar Jungke, Karanganyar, Senin (30/3). (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com – Isu pasar tradisional di Karanganyar tutup karena wabah korona, ditepis. Seperti di Pasar Jungke, spanduk bertuliskan “Pasar Tradisional se-Kabupaten Karanganyar Tetap Buka” dipasang di pintu utama pasar, Senin (30/3).

Dalam spanduk tersebut, juga ada empat poin imbauan kepada pedagang dan masyarakat. Yakni sering cuci tangan di air mengalir dengan sabun, makan makanan yang dimasak sempurna, jaga kebersihan lingkungan, serta minum air 8 gelas per hari.

Di sisi kiri, terdapat tulisan “Ada Covid-19, Jangan Panik! Tetap Tenang dan Waspada”.

Baca : Tingkatkan Kekebalan Tubuh Staf Terminal Tirtonadi Mandi Sinar Matahari

Lurah Pasar Jungke Sumardi menjelaskan, pemasangan spanduk itu untuk menepis isu yang beredar, bahwa pasar tradisional ditutup untuk pencegahan penyebaran virus korona.

“Isu itu muncul, setelah ada kebijakan penutupan sementara Pasar Sabtu dan Minggu di kawasan Alun-Alun Karanganyar. Tapi info yang beredar banyak yang menyebutkan,  bahwa pasar ditutup, termasuk pasar tradisional. Banyak yang menelan mentah-mentah informasi itu, tanpa konfirmasi,” katanya.

Dia mengaku, banyak mendapat pertanyaan terkait kebenaran isu itu.

“Sampai beberapa hari lalu, saat ada pertemuan lurah pasar se-Karanganyar, kami minta ke dinas terkait agar dipasang pengumuman bahwa pasar tidak ditutup. Sebab, sejauh ini, memang belum ada instruksi penutupan sementara pasar terkait wabah korona,” jelasnya.

Baca : 11 pasien Dalam Pengawasn Wonogiri Dinyatakan Sembuh

Dikatakannya, jam operasional pasar masih sama seperti hari biasa. Yakni selepas subuh, hingga pukul 14.00 atau 15.00. Meski demikian, dari 800 pedagang di Pasar Jungke, sebagian memilih tidak jualan.

pasar-tradisional-karanganyar-buka2
JAGA KEBERSIHAN : Seorang pedagang mencuci tangan di tempat yang disediakan di Pasar Jungke, Karanganyar, Senin (30/3). (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

“Ya, ada kekhawatiran terkait korona. Wajar. Maka mereka pilih tidak jualan. Tapi yang tetap jualan ya biasa. Operasionalnya tidak berubah. Hanya kami imbau untuk waspada, jaga kebersihan,” tuturnya.

Baca : Pemberlakuan Status KLB, Volume Lalin Solo 243.515 Turun 12 Persen

Untuk kebersihan pengunjung dan pedagang, pihak pasar menyiapkan empat titik untuk cuci tangan dengan sabun. Pedagang dan pengunjung diimbau untuk mencuci tangan, sebelum maupun sesudah beraktivitas di pasar. “Penyemprotan disinfektan juga sudah dilakukan beberapa waktu lalu,” imbuhnya. (Irfan Salafudin) 

Editor :Sri Hartanto

 

Tinggalkan Pesan