Dampak Virus Corona, PHRI Solo Dan Sukoharjo Minta Pembebasan Pajak

0
FOTO ILUSTRASI

SOLO,suaramerdekasolo.com – Badan Pimpinan Cabang (BPC) Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kota Surakarta dan Kabupaten Sukoharjo mengajukan permohonan keringanan/pembebasan pajak ke masing-masing pemerintah daerah.

Hal itu dikatakan Humas PHRI Surakarta, Sistho A. Srestho dan Ketua PHRI Sukoharjo Oma Nuryanto, ketika ditemui/dihubungi secara terpisah, Senin (30/3).

Keduanya beralasan, corona virus disease (covid-19) yang kini telah menjadi pandemi banyak merugikan bisnis hotel dan restoran.

“Secara resmi, kami telah mrminta keringan bahkan pembebasan pajak hotel dan restoran pada pemda, permintaan kami juga didukung DPRD,” kata Ketua PHRI Sukoharjo Oma Nuryanto.

Selain minta pembebasan pajak untuk hotel dan restoran, PHRI Surakarta juga minta keringanan/pembebasan pajak atau retribusi lainnya.

Seperti pembebasan pajak/retribusi air tanah dan pemungutan sampah, penundaan pembayaran pajak bumi dan bangunan serta relaksasi pajak penghasilan.

Bahkan PHRI pusat, kata Humas PHRI Surakarta, Sistho A. Srestho, minta pembebasan pembayaran iuran BPJS Kesehatan dan Ketenagakerjaan untuk membantu likuiditas perusahaan dan pekerja.

Dengan tujuan, untuk penyelamatan usaha dan bekerjanya kegiatan hotel dan restoran. Sehingga dapat diminimalisasi pemutusan hubungan kerja.

“Harapannya, permohonan ini dapat direalisasikan demi keberlangsungan usaha hotel dan restoran. Terutama usaha pariwisata di Kota Bengawan,” katanya.

Baik Oma maupun Sisto mengatakan, wabah virus korona berdampak pada industri pariwisata. Khususnya, usaha hotel dan restoran.

Ini dialami di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di Kota Solo. Hampir tidak ada tamu yang menginap bahkan event MICE yang diagendakan di hotel, hampir seluruhnya dibatalkan atau ditunda, sehingga hotel-hotel mengalami kerugian sangat besar lantaran nyaris tidak ada pendapatan.(Vladimir Langgeng)

Editor : Budi Sarmun

“Harapannya, permohonan ini dapat direalisasikan demi keberlangsungan usaha hotel dan restoran. Terutama usaha pariwisata di Kota Bengawan,” katanya.

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan