Kemendiknas Imbau PTN/PTS Beri Pulsa Bagi Mahasiswa, Di Tengah Wabah Corona

unisri-solo
HANDSANITAZER : Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo Dr Rispantyo pembuatan handsanitazer oleh para mahasiswa yang dibagikan masyarakat setempat. (suaramerdekasolo.cm/Vladimir Langebg)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan menghimbau Kemendiknas Imbau PTN/PTS Beri Pulsa Bagi MahasiswaHal itu penting dilakukan untuk membantu kelancaran para mahasiswa dalam melakukan pembelajaran dari rumah.

“Untuk penghematan biaya operasional penyelenggaraan pendidikan selama pembelajaran dari rumah atau study from home, mohon dapat membantu mahasiswa, seperti subsidi pulsa koneksi pembelajaran daring, bantuan logistik, dan kesehatan bagi yang membutuhkan,” kata Plt Direktur Jenderal Pendidikan Tinggi Kementerian Pendidikan Dan Kebudayaan, Nizam, dalam surat edaran yang dibagikan pada sejumlah PTN/PTS.

Dalam surat edaran (SE) Nomor : 302/E.E2/KR/2020 tertanggal 31 Maret 2020 itu menyebutkan, masa belajar paling lama bagi mahasiswa yang seharusnya berakhir pada semester genap 2019/2020, dapat diperpanjang 1 semester, dan pengaturannya diserahkan kepada pimpinan perguruan tinggi sesuai kondisi dan situasi setempat.

Praktikum di laboratorium dan praktek lapangan dapat dijadwal ulang sesuai status dan kondisi di daerah. Untuk penelitian tugas akhir selama masa darurat ini agar diatur baik metode maupun jadwal, disesuaikan status dan kondisi setempat.

Untuk penyelenggaraan kegiatan pembelajaran semester genap 2019/2020 di seluruh jenjang program pendidikan agar dapat disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing perguruan tinggi sehingga seluruh kegiatan akademik dapat terlaksana dengan baik.

“Untuk pelaksanaan langkah-langkah itu, perguruan tinggi agar terlebih dahulu koordinasi dengan Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi setempat,” kata Nizam.

Sebelumnya, Wakil Rektor I Bidang Akademik Universitas Slamet Riyadi (Unisri) Solo Dr Rispantyo mengatakan, salah satu kendala dalam pembejaran online atau daring dari rumah yang diberlakukan perguruan tinggi selama ada gangguan virus corona adalah keterbatasan pulsa yang dimiliki para mahasiswa.

Penerimaan sinyal di tempat tinggal para mahasiswa yang berbeda-beda, di kota maupun di desa, ada yang lancar dan ada yang tersendat, juga menjadi kendala.

“Untuk pembelajaran praktikum atau ujian praktikum bagi para mahasiswa, teknisnya kami serahkan pada masing masing dekan atau kepala program studi, bagaimana mensiasatinya,” kata dia di sela melihat praktik mahasiswa membuat handsanitazer yang akan dibagikan pada masyarakat sekitar.

Lebih lanjut Rispantyo mengatakan, untuk mendukung cara pembelajaran daring para mahasiswa di rumah, Unisri memberlakukan 17 platform umum yang bisa dipilih mahasiswa dan dosen sesuai kesepakatan.

Seperi google classroom, zoom, group whatsapp, email dan lainnya. Selain itu, Unisri juga punya aplikasi sendiri untuk sistem pembelajaran daring itu, yakni sibela dan sisdayanti.

“Dari evaluasi yang telah dilakukan, sistem pembelajaran daring yang kami berlakukan sejak 16 hingga 28 Maret kemarin akibat kasus korona, pada umumnya berjalan cukup baik. Sesuai anjuran pemerintah, pembelajaran daring ini kami teruskan hingga 30 April,” katanya.(Vladimir Langgeng)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan