Bantu Masyarakat, Tarif Pelanggan PDAM Karanganyar Dipotong 50 Persen UNTUK April-Mei

pdam-tirta-lawu-karanganyar
FOTO/rmol jateng

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Untuk meringankan beban warga terdampak corona di Kabupaten Karanganyar, Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Tirta Lawu Karanganyar memberikan keringanan pemotongan tarif pemakaian air selama April dan Mei, bagi rumah tangga dan sosial.

Jumlahnya untuk kelas rumah tangga dan sosial mencapai sekitar 80 persen dari pelanggan PDAM yang mencapai sekitar 64.000-an pelanggan. Jika dirupiahkan, bantuan pemotongan tarif itu mencapai sekitar Rp 3,6 miliar,’’ kata Prihanto, Dirut PDAM, Rabu.

Dia mengatakan, pemotongan itu merupakan sumbangsih PDAM untuk meringankan warga. Sebab selama ada wabah corona ini, banyak warga yang secara ekonomi mengalami kesulitan karena dagangannya terpaksa diminta tutup atau terpaksa tutup untuk menghindari kerumunan.

https://www.instagram.com/p/B-daVtbn1l_/?igshid=100zqdf0xwty6

Karena itu sudah merupakan kewajiban untuk ikut membantu warga. Di samping itu selama wabah corona ini warga dianjurkan banyak-banyak mencuci tangan dengan air mengalir, serta membersihkan tubuh lebih sering. Sehingga memang pemakaian air cenderung meningkat karena corona ini.

Sehingga sangat tepat jika pemotongan tarif warga sebagai bentuk kepedulian PDAM atas penderitaan warga ini diberlakukan mulai Kamis ini hingga dua bulan ke depan.

Sementara itu Bupati Karanganyar Juliyatmono  menyambut baik PDAM untuk memberikan pemotongan tarif ini bagi semua pelanggan. Dan ini sebuah langkah yang baik sebagai bukti perusahaan daerah ikut meringankan penderitaan warga dari corona.

Mulai Kamis ini, Bupati juga akan menyediakan nasi bungkus di depan rumah dinas untuk dibagikan ke masyarakat, juga untuk membantu warga. Paling tidak makan siang mereka tidak mengeluarkan uang sehingga bisa dipakai untuk yang lain.

‘’Kami menyediakan makan siang nasi bungkus selama 10 hari ke depan dan akan kita evaluasi hari ke hari baik jumlahnya maupun siapa yang mengambil. Nasi iti ke depan akan kita pesan kepada warung makan yang terdampak corona sehingga terpaksa tutup.’’

Dengan begitu warung itu akan sedikit mendapatkan hasil meski warungnya tutup karena kita pesani nasi bungkus untuk kita berikan kepada tukang becak, ojek online, atau siapa saja yang membutuhkan.(Joko DH)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan