Kabupaten Boyolali Siapkan RS Khusus Corona

rumah-sakit-corona-boyolali
DIKEBUT: Penambahan fasilitas RS Corona di bangunan rusunawa terus dikebut.(suaramerdekasolo.com/Joko Murdowo)

*Pakai Rusunawa Rejosari Kemiri

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Pemkab Boyolali menyiapkan rumah sakit khusus untuk menangani pasien corona.

Untuk itu, bangunan rusunawa di Kampung Rejosari, Kelurahan Kemiri, Kecamatan Mojosongo disulap menjadi rumah sakit.

“Memang, perlakuan terhadap pasien virus korona tak seperti pasien pada umumnya. Butuh penanganan khusus dan tempat khusus, supaya virus ini tak menyebar,” ujar Asisten Administrasi Umum Sekda Kabupaten Boyolali, Wiwis Trisiwi Handayani.

Dijelaskan, penetapan rumah sakit khusus penanganan Covid-19 tersebut setelah melalui berbagai pertimbangan dan kajian. Pasalnya, ada sejumlah alternatif tempat yang ada di Boyolali.

Akhirnya, Tim komprehensif bentukan Bupati Boyolali Seno Samodro menetapkan untuk menggunakan Rusunawa untuk dimanfaatkan sebagai Rumah Sakit Darurat. Selain lokasinya berada cukup jauh dari kawasan penduduk, sekeliling bangunan sudah dikelilingi pagar.

“Juga memperhatikan protokol kesehatan penanganan Covid-19,” lanjut Wiwis yang juga Ketua III Gugus Tugas Penanganan Covid 19 Kabupaten Boyolali.

Menurut Wiwis, RS darurat ini untuk sementara hanya memanfaatkan dua lantai saja dari empat lantai gedung yang ada. Yakni lantai 1 untuk penanganan pasien dan lantai dua untuk mengisolasi penunggu pasien serta petugas medis.

Untuk penanganan pasien, ada 18 kamar yang disiapkan. Masing-masing kamar berisi dua tempat tidur. Sehingga rumah sakit ini mampu menampung 36 pasien. Sedangkan jika terjadi lonjakan pasien, masih ada dua lantai gedung rusunawa yang siap dipakai.

Selain pagar keliling setinggi 3 meter, setiap ruang juga telah dipasang kaca pembatas. Selain itu juga terdapat fasilitas penyemprotan disinfektan di pintu gerbang masuk kawasan rusunawa.

“Hari Senin pekan depan sudah kami operasionalkan.”

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Boyolali, Ratri Survivalina menambahkan, rumah sakit darurat penangana virus korona ini untuk menangani pasien dalam pemantauan (PDP) baru yang kondisinya ringan hingga sedang.

“Sehingga 8 orang PDP di RSUD Pandan Arang Boyolali masih tetap diobservasi disana. Namun, untuk yang positif sampai sekarang tidak ada,” tegasnya. (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan