Wonogiri Alokasikan Rp 52 Miliar untuk Jaring Pengaman Sosial Antisipasi Dampak Turunan Covid-19

kabupaten-karanganyar
FOTO/DOK

WONOGIRI,suaramerdekasolo.com – Pemkab Wonogiri telah mengalokasikan dana sebesar Rp 52 miliar untuk mengantisipasi dampak turunan wabah virus corona (Covid-19).

Bupati Wonogiri Joko ‘Jekek’ Sutopo mengatakan dengan dana tersebut, program Jaring Pengaman Sosial (JPS) dijalankan agar konsumsi dan kecukupan kalori masyarakat terjaga.

“Ada instruksi untuk realokasi dan refocusing anggaran yang bersumber dari Dana Alokasi Khusus (DAK) dan Dana Infrastruktur Daerah (DID)
nonpendidkan dan nonkesehatan. Hasil realokasi itu, kami bisa menganggarkan Rp 52 miliar untuk Jaring Pengaman Sosial,” katanya,
Senin (30/3).

Dana Jaring Pengaman Sosial akan diberikan dalam bentuk sembako agar asupan kalori minimal masyarakat terjaga.

“Kemungkinan, programnya kurang lebih sama dengan Bantuan Pangan Nontunai (BPNT),” ujarnya.

Adapun sasaran program tersebut adalah masyarakat miskin yang terdapat
dalam Basis Data Terpadu (BDT).

“Saat ini ada 333.332 jiwa masyarakat miskin dari 116.211 keluarga. Sebanyak 35.000 keluarga sudah dapat Program Keluarga Harapan (PKH), 69.000 keluarga dapat BPNT, dan 47.187 keluarga nanti akan kami backup dengan Jaring Pengaman Sosial,” terangnya.

Di sisi lain, Bupati menegaskan bahwa kebijakan lockdown tidak efektif jika tidak ada kesamaan visi di dalam masyarakat. Selain itu, kultur,
struktur sosial dan kondisi geografis Wonogiri tidak memungkinkan untuk menerapkan kebijakan karantina.

Aksi menutup jalan menurutnya tidak efektif mencegah Covid-19.

“Kita ini menghadapi virus yang tidak terlihat, arahnya tidak menentu,” imbuhnya.

Selain itu, dalam UU no 6/2008 pemerintah wajib menyediakan jaminan kebutuhan dasar jika menerapkan kebijakan lockdown. Jaminan kebutuhan dasar itu harus diberikan kepada semua masyarakat tanpa kecuali.

Langkah paling efektif menurutnya adalah memberikan sosialisasi dan edukasi hingga lapisan masyarakat paling bawah. Edukasi bisa
menggunakan kearifan lokal agar mudah diterima. (Khalid Yogi)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan