Masuk Terminal Tirtonadi Pemudik Wajib Ikuti Aturan Ini

terminal-tirtonadi-cegah-corona
PENGECEKAN DATA : Petugas Terminal Tipe A Tirtonadi Surakarta melakukan ongecekan data pemudik yang baru saja masuk terminal. (suaramerdekasolo.com/Budi Santoso)

*Pencegahan dan Penanggulangan Wabah Covid-19

SOLO,suaramerdekasolo.com – Pengelola Terminal Tipe A Tirtonadi Surakarta menerapkan kebijakan ketat dalam pemantauan penumpang, khususnya pemudik yang berasal dari wilayah Jakarta, Bekasi, Bogor, Depok, Tangerang atau Jabodetabek yang masuk terminal usai turun dari bus.

Bus-bus diarahkan di lokasi parkir dan penumpangnya harus melewati proses screening seperti penyemprotan desinfektan di bilik desinfektan, cuci tangan dengan sabun, serta pengecekan suhu tubuh dan pendataan.

Koordinator Terminal Tipe A Tirtonadi Surakarta, Joko Sutriyanto saat ditemui suaramerdekasolo.com, Sabtu (4/4) menjelaskan, prosedur semacam ini sudah dilakukan sejak tiga hari yang lalu.

Tatkala pemerintah mengimbau agar warga perantauan yang masuk zona merah tidak mudik, termasuk status Kota Solo yang saat ini masih berstatus kejadian luar biasa (KLB).

Pihak terminal juga sudah membuat pos terpadu di pintu masuk terminal untuk kebutuhan pendataan tersebut.

“Petugas kami dibantu dari kepolisian, TNI, gugus tugas Covid-19 stand by selama 24 jam dalam hal pendataan ini. Mereka disiagakan di pintu masuk utama terminal,” terangnya.

Dikatakan, pengecekan kesehatan penumpang sudah barang tentu menjadi kewajiban dan dutambah lagi pendataan penumpang, baik pendataan data diri, pengisian formulir, informasi asal dan tujuan, dilampiri salinn identitas diri.

“Tujuannya adalah kami wajib mengetahui tujuan penumpang dan memastikan memutus mata rantai penularan covid-19,” katanya.

Lebih lanjut, Joko mengungkapkan, upaya-upaya yang dilakukan terminal ini tidak hanya diterapkan kepada penumpang/pemudik yang terindikasi memiliki gejala-gejala mirip penderita covid-19, tetapi juga kepada lenumpang sehat.

“Jadi data yang kami himpun sudah real time. Data ini bisa diakses oleh gugus tugas covid-19, dan tentu saja jajaran BPTD, dan Kementerian Perhubungan,” imbuhnya.

Terkait kedatangan pemudik dari wilayah Jabodetabek yang masuk terminal Solo, Joko mengungkapnya, jumlah tidak terlalu banyak hanya satu, dua orang saja. (Budi Santoso)

Editor : Sri Hartanto

 

Tinggalkan Pesan