6.000-an Pemudik Tujuan Boyolali Terus Dipantau Kesehatannya

0
mudik
ILUSTRASI

*Antisipasi Merebaknya Virus Corona

BOYOLALI,suaramerdekasolo.com – Para pemudik yang masuk wilayah Boyolali diminta untuk melakukan cek kesehatan di Puskesmas terdekat. Hal itu sebagai antisipasi mengatasi merebaknya wabah virus Corona.

Menurut Sekda Boyolali, Masruri, sekitar 6.000 lebih warga perantau dari berbagai daerah sudah mudik ke Boyolali. Pemantauan dilakukan melalui laporan dari Kades. Sebab yang mengerti warga pendatang para RT dan RW yang dilaporkan ke Kades masing – masing.

“Kalau menggunakan data transportasi jelas susah. Sebab banyak jalan menuju Boyolali, mereka bisa turun di mana saja yag dekat rumah. Sehingga kami gunakan data dari desa yang lebih valid,” katanya, Minggu.

Dijelaskan, para pendatang diminta melakukan karantina mandiri. “Sebelumnya, tolong segera lapor diri ke RT/RW. Nantinya, RT/RW lapor ke Kades untuk pendataan lebih lanjut. Selain itu juga cek kesehatan ke Puskesmas terdekat.”

Dijelaskan, Pemkab Boyolali tidak akan melakukan karantina massal bagi pemudik. Tetapi dalam antisipasi mencegah virus corona, pemudik wajib lapor ke aparat desa lewat RT/RW sehingga bisa dipantau lebih baik.

Pihaknya juga sudah berkoordinasi dengan paguyuban warga Boyolali di perantuan. Sekaligus menghimbau kepada warga Boyolali yang sudah memiliki rumah di kota besar tidak usah pulang dulu baik saat sadranan maupun lebaran.

“Sambil menunggu kondisi aman. Sadranan dan Lebaran tidak pulang dulu tidak apa-apa. Nanti kalau kondisi sudah benar- benar aman dan nyaman, boleh pulang.”(Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan