Update Wabah Corona Karanganyar : 811 ODP, 18 PDP dan 6 Penderita Sembuh

data-penderita-corona-karanganyar
PEMAKAMAN - pemakaman tanpa pelayat meski bukan penderita corona. (suaramerdekasolo.com/Joko DH)

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Orang dalam pengawasan (ODP) di Karanganyar semakin meningkat.

Sampai minggu sore data yang terekam Dinkes Karanganyar sudah mencapai 811 orang.

Sedangkan pasien dalam pemantauan (PDP) ada 6 orang yang sembuh dan sudah boleh pulang ke rumahnya, sehingga jumlah PDP yang masih dirawat intensif ada 18 di RSUD Karanganyar.

‘’Pokoknya asal isolasi dijalani dengan baik, pengobatan dilakukan dengan baik, kans untuk sembuh besar. Insya Allah sembuh total. Maka kita minta warga masyarakat untuk betul-betul menjaga social distancing ini jangan meremehkan,’’ kata Sri Winarto Kabid Pencegahan Penyakit Menular Dinkes, Senin.

Bupati Karanganyar berani mengklaim daerahnya bebas korona. Sampai saat ini tidak ada yang positif terkena covid-19. Tentu saja ini kabar baik, namun dia tetap meminta agar masyarakat mengurangi aktifitas di luar rumah jika tidak perlu.

Tentang Solo yang menyatakan wilayah itu aman dari corona padahal masih ada pasien positif yang dirawat di RSU Dr Muwardi dan juga sekian pasien dalam pengawasan yang dirawat di sana, Juliyatmono mengatakan, sebaiknya warga Karanganyar tetap berhati-hati jika ke Solo.

‘’Saya percaya warga Karanganyar pandai dan tahu menjaga jarak serta jika tidak perlu sekali tidak usah ke Solo. Dan tetap berhti-hati jika masuk ke kota itu karena tetap saja saat ini berbahaya jika ke Solo,’’ kata dia.

Minggu malam sempat digegerkan berita warga Palur meninggal karena sesak nafas.

Camat Jaten Aji Pratama Heru mengklarifikasi, yang meninggal Wiji Hadi Wiyono warga Turisari, Panjangrejo, Palur. Namun yang di sebelah selatan jalan masuk Sukoharjo.

‘’Memang yang bersangkutan sudah lama dirawat di RSU Muwardi, namun bukan karena covid-19, melainkan sesak nafas biasa. Meski begitu pemakaman jenazahnya tetap menggunakan standar corona, dilakukan petugas, tanpa dihadiri pelayat, hanya keluarga dari kejauhan dan dari rumah sakit langsung dibawa petugas ke makam,’’ kata Heru.(Joko DH)

Editor : Budi Sarmun

 

Tinggalkan Pesan