Bank Indonesia Solo Salurkan Sumbangan 3.000 Masker dan 300 Liter Handsanitizer Ke PMI

bantuan-bank-indonesia-surakarta
PENYERAHAN SUMBANGAN : Penyerahan sumbangan 3.000 masker dan 300 liter handsanitizer dari Bank Indonesia ke PMI Solo, Rabu (8/4). (suaramerdekasolo.com/Vladimir Langgeng)

SOLO,suaramerdekasolo.com – Kantor Perwakilan Bank Indonesia (BI) Solo melalui Program Sosial Bank Indonesia (PSBI) menyalurkan bantuan berupa 300 liter handsanitizer dan 3.000 masker, bekerja sama dengan Palang Merah Indonesia (PMI) setempat.

Bantuan yang diserahkan Rabu (8/4) itu diterima Sumartono Hadinoto, Sekretaris dan CEO PMI Kota Solo, didampingi Agus Setyo Utomo, kepala markas.

Selain itu, BI Solo mempersiapkan bantuan untuk tenaga medis berupa handsanitizer, Alat Pelindung Diri (APD) kepada sejumlah Rumah Sakit di Surakarta antara lain Balai Besar Kesehatan Paru Masyarakat Surakarta (BBKPM) yang sekarang menjadi Rumah Sakit Umum Pusat Surakarta (RSUP) dan Rumah Sakit Panti Waluyo.

Bersama Sub Badan Musyawarah Perbankan Daerah (BMPD) Jateng-Surakarta, BI Solo juga menyiapkan bantuan APD, hand sanitizer dan multivitamin khususnya kepada tenaga medis di RSUD Dr Moewardi.

“Penanggulangan Covid-19 kini menjadi prioritas pemerintah, mengingat dampak kemanusiaan, ekonomi dan sosial yang ditimbulkan menyebabkan perlambatan ekonomi nasional dan global serta jadi bencana kesehatan terparah sejak kasus spanish flu. Karena itu, Kantor Perwakilan Bank Indonesia Solo berkepentingan untuk gotong royong bersama elemen lain menanggulangi penyebaran virus tersebut mengingat Solo menjadi salah satu kota yang ditetapkan status kejadian luar biasa atau KLB sejak 13 Maret,” kata Kepala Perwakilan Bank Indonesia Solo Bambang Pramono.

Dikatakan, Bank Indonesia Solo telah menerapkan dan terus memperkuat langkah-langkah penguatan aspek K3 (Keamanan, Kesehatan, dan Keselamatan Kerja) baik dari sisi pegawai BI, maupun masyarakat atau pihak yang berinteraksi dengan BI serta menerapkan jaga jarak sosial (social distancing).

Pegawai yang melaksanakan tugas kritikal dan memberi layanan kritikal bekerja dari beberapa lokasi yang tersebar. Pegawai lainnya bekerja dari rumah (work from home). Bank sentral juga meningkatkan kebersihan dan pembersihan di semua lokasi kerja, termasuk area-area publik perkantoran BI.

“Untuk mematuhi anjuran social distancing, BI Solo menunda sejumlah kegiatan yang mengumpulkan banyak orang baik internal dan atau eksternal berupa sosialisasi, rapat, focus group discussion dan event lainnya untuk mengurangi interaksi sosial yang berpotensi terjadinya penularan COVID-19.” (Vladimir Langgeng)

 

Tinggalkan Pesan