Dua Warga Karanganyar Positif Covid-19

0
corona-karanganyar
PANDEMI : Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Karanganyar Juliyatmono, menyampaikan informasi warga Karanganyar yang positif Covid-19. (suaramerdekasolo.com/Irfan Salafudin)

KARANGANYAR, suaramerdekasolo.com – Dua warga Karanganyar dinyatakan positif corona, setelah hasil tes swab-nya keluar Jumat (10/4). Satu orang berasal dari Desa Sewurejo, Kecamatan Mojogedang, satu lainnya dari Desa Paulan, Kecamatan Colomadu.

Keduanya saat ini menjalani isolasi mandiri di rumah masing-masing. Warga di lingkungan sekitar keduanya juga dikarantina selama 14 hari, untuk mencegah penyebaran kasus.

“Semua sudah berupaya optimal mencegah penyebaran Covid-19. Tapi apa daya, hari ini ada dua warga Karanganyar yang dinyatakan positif corona, berdasarkan hasil tes swab yang keluar Jumat (10/4) ini,” kata Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Karanganyar Juliyatmono.

Riwayat warga Sewurejo yang positif, lanjut Bupati Karanganyar tersebut, adalah mengikuti Ijtima Ulama di Gowa, Sulawesi Selatan pada Maret lalu. Sejak pulang dari Gowa, yang bersangkutan mengeluh demam dan pilek dan sempat dirawat di rumah sakit pada 31 Maret.

Setelah beberapa hari dirawat dan dinyatakan sehat, yang bersangkutan diperbolehkan pulang, sembari menunggu hasil tes swab.

“Ternyata, hasil tes swab-nya positif Covid-19. Yang bersangkutan juga ada hubungannya dengan pasien dalam pengawasan (PDP) dari Sewurejo yang meninggal Jumat (10/4). Namun hasil tes swab PDP ini belum keluar. Keduanya sama-sama mengikuti acara di Gowa dan pulang naik kapal,” jelasnya.

Tim Gugus Tugas sudah menyampaikan hasil tes tersebut dan yang bersangkutan bersedia menjalani isolasi mandiri di rumah. Warga tersebut hanya tinggal berdua dengan istrinya di rumah.

“Rencananya, 13 April nanti, akan di-tes swab ulang. Semoga nanti hasilnya negatif. Untuk lingkungan sekitar, dari pendataan, ada 55 jiwa yang juga diisolasi selama 14 hari. Kami akan kirim bantuan logistik untuk kebutuhan selama diisolasi,” tandasnya.

Sedangkan untuk kasus di Paulan, yang bersangkutan sempat dirawat di RS Kasih Ibu Solo, karena demam.

Dari tracking jejaknya, pada 22-23 Februari mengikuti training di Tangerang, meski kondisi badan kurang fit. Kemudian pada 2 Maret kembali masuk kerja, 8 Maret pergi ke Batang dan kondisi badannya kembali kurang fit.

Lalu pada 11-12 Maret pergi ke Tasikmalaya dan ada gejala demam. Pada 13-19 Maret, yang bersangkutan dirawat di RS Kasih Ibu dan pulang dalam keadaan baik.

Namun pada 20 Maret, kembali demam dan dibawa ke RS Kasih Ibu lagi. Pada 23 Maret, hasil tes swab yang bersangkutan tidak terbaca, kemudian pulang dari rumah sakit pada 28 Maret.

“Pada 6 April, yang bersangkutan kontrol dan menjalani tes swab. Hasilnya keluar Jumat (10/4) ini dan positif Covid-19. Rencananya, pada 18 April mendatang akan di-tes swab ulang, semoga hasilnya negatif dan pasien ini sembuh dari corona,” kata Juliyatmono.

Juliyatmono menambahkan, warga Paulan tersebut berstatus pemimpin salah satu perusahaan di Boyolali. Saat ini, yang bersangkutan menjalani isolasi mandiri di rumah yang ditinggalinya bersama istri dan 3 anak. Lingkungan sekitarnya juga diisolasi selama 14 hari ke depan.

“Semoga setelah menjalani isolasi dan tes swab ulang, dua warga ini bisa sembuh. Apalagi, kondisi fisik keduanya saat ini cukup sehat. (Irfan Salafudin)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan