PDP Warga Mojogedang Karanganyar Peserta Ijtimak Ulama Gowa Meninggal

0
pdp-corona-meninggal
FOTO ILUSTRASI

KARANGANYAR,suaramerdekasolo.com – Seorang warga Mojogedang, laki-laki, 77 tahun, peserta ijtimak ulama Majlis Tabligh di Gowa, Sulawesi Selatan, yang dinyatakan sebagai salah satu pasien dalam pengawasan (PDP) Karanganyar meninggal dunia Jumat subuh. Dan langsung dimakamkan dengan standar covid-19 meski kepastiannya belum ada dan sedang diperiksa. Dia dimakamkan petugas lengkap dengan APD.

Kadinkes Purwati yang dimintai konfirmasi membenarkan hal itu. Dia menderita sesak nafas setelah sebelumnya batuk dan pilek. Karena sesaknya yang mulai parah, setelah dirawat di RSUD Karanganyar, dia dirujuk ke RSUD Moewardi sejak (28/3), dan akhirnya meninggal,’’ katanya, Jumat pagi.

Dia merupakan peserta angkatan ketiga yang diperiksa tim Dinkes saat pulang dari Gowa, Sulsel. Angkatan pertama ada 66 orang yang datang dengan pesawat. Saat itu mereka diperiksa Dinkes Karanganyar, dan Tujuh orang dinyatakan ODP dan dirawat di RSUD Karanganyar.

Angkatan kedua ada 10 orang yang datang dengan kapal laut. Semuanya lolos dan sehat. Angkatan ketiga hanya seorang yang datang tanggal (25/3) dan dia juga masuk ODP. Dengan pesan jika menunjukkan gejala batuk dan pilek agar memeriksakan ke RSUD.

Ternyata orang ini datang betul ke RSUD dan dirawat di RSUD Karanganyar. Tiga hari dirawat, dia malah menunjukkan gejala sesak nafas. Karena semakin parah dia akhirnya dirujuk ke RSUD Moewardi dan diperiksa secara intensif karena ada kemungkinan terjangkit covid-19.

12 hari dia dirawat di RSUD Moewardi ternyata Tuhan berkehendak lain, dia meninggal dunia Jumat subuh dinihari. Meski hasil pemeriksaan belum keluar, dia dimakamkan dengan standar pasien Corona, tanpa dihadiri oleh keluarga, dan sanak kerabat, dan dimakamkan petugas.

Purwati mengatakan, dia selama ini hanya tinggal dengan isterinya, dan kini isterinya sudah dikarantina. Petugas juga sudah melacak seluruh orang yang pernah kontak dengan pasien itu, dan langsung diminta karantina mandiri.

Pengawasan

Camat Eko Joko Iswanto membenarkan keterangan tersebut. Sejak kedatangannya dari Gowa, orang tersebut memang selalu dalam pengawasan bidan desa, Puskesmas Mojogedang, dan Dinkes Karanganyar.

Bahkan bidan desalah yang menyarankan dia untuk ke RSUD Karanganyar ketika batuk pileknya semakin parah.

Camat juga sudah memerintahkan agar semua orang yang pernah kontak dengan laki-laki tersebut, setelah kepulangannya dari Gowa untuk mengkarantina secara pribadi minimal selama 14 hari. Dan ini terus dalam pemantauan aparat desa dan bidan desa.

Saat ini jumlah ODP di Karanganyar sudah turun tinggal 553 setelah ada 333 ODP dinyatakan sembuh dan lolos dari ODP. Sedangkan jumlah PDP ada 17 orang termasuk seorang yang akhirnya meninggal itu. (Joko DH)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan