Ribuan Pekerja Boyolali di-PHK dan Dirumahkan, Dampak Wabah Covid 19

0
buruh-pabrik
FOTO/DOK

BOYOLALI,suramerdekasolo.com – Wabah virus Corona memukul dunia industri di Kabupaten Boyolali. Ribuan pekerja di-PHK dan sebagian dirumahkan sementara.

“Tercatat sudah ada 19 perusahaan yang mengurangi tenaga kerjanya,” ujar Kepala Dinas Koperasi dan Tenaga Kerja (Dinkopnaker) Boyolali, M Syawalludin, Jumat.

Diungkapkan, pihaknya terus berupaya mengadvokasi antara pihak perusahaan dan pekerja. Diakui, dampak virus corona menyulitkan dunia usaha. Akibatnya, perusahaan yang tak kuat menghadapi kondisi sulit terpaksa harus mengurangi tenaga kerjanya.

Ada yang dirumahkan sementara hingga kondisi membaik lagi, dan ada juga yang langsung melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) karyawannya.

Total pengurangan tenaga kerja di 19 perusahaan mencapai 4.788 pekerja.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.364 pekerja diantaranya terpaksa harus di PHK dan 3.424 pekerja dirumahkan. Jumlah tersebut diprediksi bakal terus bertambah seiring banyaknya perusahaan yang terdampak pandemi global Covid-19.

“Pasalnya, barang-barang hasil produksi dan bahan produksi juga tak bisa masuk. Perusahaan tak bisa beroperasi.”

Namun demikian, pemerintah tak tinggal diam melihat kenyataan itu. Dimana pemerintah menyiapkan kartu prakerja yang disediakan untuk membantu masyarakat yang kehilangan pekerjaan akibat dampak Covid 19.

Seluruh pekerja yang di PHK dan dirumahkan telah diusulkan ke pemerintah pusat melalui Kementerian Ketenagakerjaan (Kemenaker) agar mendapatkan kartu Pra Kerja. Data tersebut lengkap dengan nama, alamat, Nomor Induk Kependudukan (NIK) dan nomor ponsel.

Penerbitan kartu pra kerja, lanjut dia, harus melalui beberapa tahapan. Antara lain, pembuatan akun, entry data ID dan pemberian notifikasi langsung oleh koordinator Kementerian Perekonomian, Kemenakar dan komite Kemenaker.

Hanya saja, hingga kini penerbitan kartu Pra Kerja diprioritaskan bagi pekerja disektor formal yang dirumahkan dan yang di-PHK selama merebaknya virus Corona. Sedangkan untuk pencari kerja baru, baik yang sudah mencari AK1 atau yang belum, pihaknya baru sebatas melakukan pendataan.

“Kami sebatas melayani. Jadi pencari kerja baru kami data, nanti akan menjadi program reguler setelah program kartu pra kerja korban PHK ini teratasi.” (Joko Murdowo)

Editor : Budi Sarmun

Tinggalkan Pesan